Putin Sindir Sanksi AS dan Uni Eropa: Pembebasan Sanksi Akan Jadi Penolong Perekonomian

Kompas.com - 23/09/2020, 16:06 WIB
Presiden Rusia menyampaikan pidato pada sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Moskwa, Rusia, Selasa, 22 September 2020. Layanan pers kepresidenan via Sputnik dan AP/ Mikhail KlimentyevPresiden Rusia menyampaikan pidato pada sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Moskwa, Rusia, Selasa, 22 September 2020.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Sidang Umum PBB Selasa, (22/9/2020) mengatakan bahwa mengakhiri sanksi-sanksi tidak sah terhadap negara-negara seperti Rusia akan meningkatkan perekonomian global di tengah pandemi virus corona.

Melansir Associated Press (AP), Putin menekankan pentingnya kerjasama antar negara atau multilateralisme di tengah wabah Covid-19.

Putin mengatakan kepada Dewan PBB bahwa negara-negara harus saling bekerjasama membasmi wabah dan masalah-masalah global lainnya.

"Membebaskan perdagangan dunia dari halangan, larangan dan batasan serta sanksi-sanksi tidak sah akan menjadi penolong besar dalam merevitalisasi pertumbuhan global dan mengurangi pengangguran," ujar Putin.

Baca juga: Trump dalam Sidang Umum PBB: China Harus Dimintai Pertanggungjawaban soal Covid-19

Putin telah mendorong selama beberapa tahun agar sanksi yang diterapkan AS dan Uni Eropa segera berakhir terhadap Moskwa setelah Kremlin menganeksasi Crimea dari Ukraina pada 2014 dan dituduh campur tangan dalam pilpres AS 2016 serta ragam aksi lainnya.

Moskwa sendiri memandang aneksasi terhadap Crimea adalah hal yang sah dan membantah terlibat dalam pemilihan presiden AS yang melancarkan Donald Trump ke bangku kepresidenan.

Putin dalam kesempatan itu juga memperingatkan negara lainnya untuk tidak ikut campur urusan dalam negeri suatu negara.

Baca juga: Pidato Jokowi di Sidang Umum PBB tentang Palestina: No Country Left Behind

Dia mengatakan, "Keamanan siber juga layak mendapatkan pertimbangan paling serius dalam PBB," tanpa menyebut peretas Rusia yang dituduh memanipulasi hasil jajak pendapat pilpres AS 2016 lalu.

Putin menyerukan persatuan dan mendesak negara-negara untuk berkomitmen dalam Piagam PBB serta hukum Internasional, meratapi "berkurangnya humanitas dan kebaikan" di antara negara di tengah wabah.

Dia berulangkali menekankan peran Uni Soviet dalam membantu menaklukkan Nazi di Perang Dunia II, konflik yang kemudian melahirkan Persatuan Bangsa-Bangsa.

Meski menyerukan reformasi mendalam di badan PBB, Putin mengatakan bahwa 5 anggota Dewan Keamanan harus mempertahankan hak veto mereka dan mengatakan pemimpin-pemimpin itu sepakat untuk bertemu langsung suatu waktu jika memungkinkan.

"Di dunia yang saling berhubungan dan saling bergantung, dalam pusaran peristiwa internasional, perlu untuk bertindak bersama dan bergantung pada prinsip-prinsip hukum internasional yang tercantum dalam piagam PBB," pungkas Putin.

Baca juga: Di Sidang Umum PBB, Jokowi Dorong Perdamaian Indo-Pasifik


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X