Pidato Jokowi di Sidang Umum PBB tentang Palestina: No Country Left Behind

Kompas.com - 23/09/2020, 08:48 WIB
Presiden RI Joko Widodo dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-75, Rabu, 23 September 2020.
Screengrab YouTube Sekretariat PresidenPresiden RI Joko Widodo dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-75, Rabu, 23 September 2020.

KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato pada Sidang Umum PBB ke-75 yang digelar hari Rabu (23/9/2020) secara virtual.

Bersama puluhan kepala negara lainnya, Jokowi menyampaikan beberapa tema pemikiran, kritik dan imbauan dalam pidato tersebut kepada dewan PBB.

Salah satunya, Jokowi menyinggung tentang Palestina dengan mengatakan 'no country left behind' atau tak ada satu negara pun yang boleh tertinggal.

Baca juga: Pidato Sidang Umum PBB, Jokowi Ajak Seluruh Negara Mulai Reaktivasi Kegiatan Ekonomi

Presiden Jokowi mengawali dengan mengatakan, "Tahun ini, genap 75 tahun usia PBB. 75 tahun yang lalu PBB dibentuk agar dunia bisa lebih damai, stabil dan sejahtera karena perang tidak menguntungkan siapa pun. Apakah dunia yang kita impikan tersebut sudah tercapai?"

Mengutip ucapan Bapak Bangsa, Soekarno dan Hatta, Bapak Jokowi meneruskan, "No one, no country should be left behind." Ucapan itu menunjuk pada bangsa dan negara Palestina.

Baca juga: Di Sidang Umum PBB, Jokowi Dorong Perdamaian Indo-Pasifik

Menurut Presiden Indonesia ketujuh itu, sejak konferensi Asia-Afrika di Bandung, Palestina adalah satu-satunya negara yang sampai saat ini belum meraih kemerdekaannya.

"Indonesia akan terus konsisten mendukung Palestina untuk mendapatkan hak-haknya," tutur Jokowi.

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia akan menjadi 'bridgebuilder', bagian dari solusi dalam upaya-upaya perdamaian.

Baca juga: Naskah Lengkap Pidato Presiden Jokowi di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB

Tak hanya itu, dia juga memberikan beberapa pandangan kritis terhadap PBB di antaranya harapan Jokowi agar PBB lebih bisa berbenah diri, mereformasi diri, merevitalisasi dan efisiensi serta membuktikan adanya multilateralisme, terlebih di tengah krisis.

"PBB bukan sekadar gedung di kota New York, tapi sebuah cita-cita dan komitmen seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan generasi penerus," ungkap Jokowi.

Baca juga: Jokowi Pidato di Sidang Umum PBB, Minta Rivalitas dalam Penanganan Covid-19 Dihilangkan

 


Sumber YouTube
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

Global
komentar
Close Ads X