Kremlin: Barang Buktinya di Luar Negeri, Susah Selidiki Keracunan Navalny

Kompas.com - 19/09/2020, 15:35 WIB
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat menunggu persidangan kasusnya di Strasbourg, Perancis, 15 November 2018. REUTERS/VINCENT KESSLERPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat menunggu persidangan kasusnya di Strasbourg, Perancis, 15 November 2018.

MOSKWA, KOMPAS.com - Kremlin pada Jumat (18/9/2020) mengatakan, kemampuan Rusia untuk menyelidiki dugaan keracunan politisi oposisi Alexei Navalny "terbatas" karena barang bukti dibawa ke luar negeri.

Mereka menuduh para ajudan Navalny mengambil barang bukti potensial dari hotel dan membawanya ke Jerman.

Anggota tim Navalny pada Kamis (17/9/2020) mengatakan, para ahli di Jerman menemukan Novichok racun saraf era Soviet, di botol air yang diambil dari kamar hotel Siberia.

Baca juga: Ajudan Navalny Temukan Jejak Racun Novichok di Botol dari Hotel

Navalny menginap di sana sebelum jatuh sakit bulan lalu.

Botol itu tampaknya menjadi bukti kunci untuk kesimpulan yang diambil Jerman, bahwa kritikus vokal Presiden Vladimir Putin berusia 44 tahun itu diracuni dengan senjata kimia terlarang.

Juru Bicara Putin Dmitry Peskov pada Jumat (18/9/2020) menegaskan kembali keluhan bahwa Moskwa sulit bergerak, karena Jerman belum membagikan temuannya dengan Rusia dan menuduh para ajudan Navalny mengambil bukti potensial.

Baca juga: Rusia Khawatir Jerman Bawa-bawa Kasus Navalny dalam Proyek Kerja Sama Pipa Gas

"Sayangnya, kemampuan kami untuk benar-benar melakukan penyelidikan agak terbatas," ucap Peskov kepada wartawan yang dikutip kantor berita AFP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Peringatkan Belarus untuk Tidak Bantu Rusia Menginvasi Ukraina

AS Peringatkan Belarus untuk Tidak Bantu Rusia Menginvasi Ukraina

Global
Israel Beri Kode Ingin Normalisasi Hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi

Israel Beri Kode Ingin Normalisasi Hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi

Global
Terungkap Sanksi yang Mungkin Akan Dijatuhkan AS ke Rusia jika Nekat Serang Ukraina

Terungkap Sanksi yang Mungkin Akan Dijatuhkan AS ke Rusia jika Nekat Serang Ukraina

Global
POPULER GLOBAL: Jet Tempur F-35 Kecelakaan | 3 Vaksin Terbaik sebagai Booster Sinovac

POPULER GLOBAL: Jet Tempur F-35 Kecelakaan | 3 Vaksin Terbaik sebagai Booster Sinovac

Global
Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah hingga Wanita Sampai ke Penjara

Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah hingga Wanita Sampai ke Penjara

Global
Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Global
Kisah Liu Xuezhou, Remaja China Dijual Orang Tua saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Kisah Liu Xuezhou, Remaja China Dijual Orang Tua saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Global
Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Global
AS Siapkan 8.500 Pasukan dalam Siaga Tinggi, Klaim Rusia Tak Niat Kurangi Eskalasi

AS Siapkan 8.500 Pasukan dalam Siaga Tinggi, Klaim Rusia Tak Niat Kurangi Eskalasi

Global
Media Asing Soroti Bentrokan di Sorong, Sebut Perkelahian Sudah Sering Terjadi di Sana

Media Asing Soroti Bentrokan di Sorong, Sebut Perkelahian Sudah Sering Terjadi di Sana

Global
Uji Coba Senjata Korea Utara Berlanjut, Dua Rudal Jelajah Dilaporkan Telah Ditembakkan

Uji Coba Senjata Korea Utara Berlanjut, Dua Rudal Jelajah Dilaporkan Telah Ditembakkan

Global
Lusinan Pejabat China Terbukti Tutupi Parahnya Bencana Banjir Zhengzhou yang Mematikan

Lusinan Pejabat China Terbukti Tutupi Parahnya Bencana Banjir Zhengzhou yang Mematikan

Global
Donor Ginjal untuk Pacar, Wanita Ini Dicampakkan Setelah Operasi Transplantasi Sukses

Donor Ginjal untuk Pacar, Wanita Ini Dicampakkan Setelah Operasi Transplantasi Sukses

Global
Buru-buru Evakuasi Warganya karena Khawatir Invasi Rusia ke Ukraina, AS Dinilai Berlebihan

Buru-buru Evakuasi Warganya karena Khawatir Invasi Rusia ke Ukraina, AS Dinilai Berlebihan

Global
Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.