Makin Panas dengan Rusia, AS Terjunkan Bala Bantuan ke Suriah

Kompas.com - 19/09/2020, 14:40 WIB
Konvoi pasukan Amerika Serikat tiba di dekat kota Kurdi di Irak, Bardarash, setelah meninggalkan wilayah Suriah, Senin (21/10/2019). AFP / SAFIN HAMEDKonvoi pasukan Amerika Serikat tiba di dekat kota Kurdi di Irak, Bardarash, setelah meninggalkan wilayah Suriah, Senin (21/10/2019).

DAMASKUS, KOMPAS.com – Amerika Serikat ( AS) telah meningkatkan kehadiran militernya di Suriah setelah sejumlah insiden bentrokan dengan pasukan Rusia di negara itu.

Pejabat AS mengatakan enam Kendaraan Tempur Bradley dan sekitar 100 tentara adalah bagian dari bala bantuan militer ke timur laut Suriah.

Dilansir dari BBC, Sabtu (19/9/2020), insiden antara pasukan AS dan Rusia yang berpatroli di Suriah telah meningkat tahun ini.

Kapten Angkatan Laut AS Bill Urban mengatakan langkah penambahan personel akan "menjamin keselamatan dan keamanan pasukan koalisi".

Kendaraan tempur yang dikerahkan tersebut sebelumnya berbasis di Kuwait.

Baca juga: Trump Mengaku Ingin Bunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad

Dia menambahkan di samping kendaraan tempur, AS juga akan mengerahkan "radar sentinel" dan meningkatkan "frekuensi patroli pesawat tempur AS atas pasukan AS".

"AS tidak mencari konflik dengan negara lain di Suriah, tetapi akan membela pasukan koalisi jika diperlukan," kata Urban dalam sebuah pernyataan pada Jumat (18/9/2020).

Urban tidak secara langsung menyebut Rusia. Namun pernyataan terpisah dari seorang pejabat AS, yang pertama kali dilaporkan oleh NBC News, lebih tegas.

"Tindakan dan bala bantuan ini adalah sinyal yang jelas bagi Rusia untuk mematuhi proses menurunkan konflik bersama dan bagi Rusia dan pihak lain untuk menghindari tindakan tidak profesional, tidak aman, dan provokatif di timur laut Suriah," kata pejabat AS yang enggan disebutkan namanya itu.

NBC News mengutip pernyataan pejabat yang mengatakan pasukan dan kendaraan tersebut dikirim untuk mencegah pasukan Rusia memasuki daerah keamanan, tempat pasukan koalisi AS dan Kurdi beroperasi.

Baca juga: Atasi Sanksi AS, Rusia-Suriah Jalin Kerja Sama Ekonomi Baru

Halaman:

Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X