AS Bersumpah Cegah Iran Beli Senjata dari China dan Rusia

Kompas.com - 16/09/2020, 07:15 WIB
Sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 buatan Rusia. ALEXANDER NEMENOV / AFPSistem pertahanan anti-serangan udara S-400 buatan Rusia.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo bersumpah Washington akan mencegah iran membeli tank dari China dan sistem pertahanan udara dari Rusia.

Pernyataan tersebut dia lontarkan pada Selasa (15/9/2020) seiring habisnya masa embargo senjata dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terhadap Teheran sebagaimana dilansir dari AFP.

Pada 2018, AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dengan dunia internasional. Setelah itu, AS juga berusaha menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Iran.

Namun upaya AS tersebut ditentang oleh Uni Eropa dan anggota PBB. Pompeo mengatakan kepada radio France Inter bahwa tindakan AS tersebut bertujuan untuk “menjaga keamanan dunia”.

Baca juga: Bahas Sanksi Trump, Iran dan AS Akan Duel di Pengadilan Tinggi PBB

"Kami akan bertindak dengan cara - dan kami telah bertindak - yang akan mencegah Iran untuk dapat membeli tank China dan sistem pertahanan udara Rusia dan menjual kembali senjata kepada Hezbollah untuk merusak upaya Presiden (Perancis) Macron yang dengan cakap berusaha untuk memimpin di Lebanon," kata Pompeo.

Hezbollah, kelompok milisi yang didukung Iran, telah lama menjadi sasaran sanksi AS dan masuk daftar hitam sebagai organisasi "teroris".

Tetapi Hezbollah juga merupakan pemain politik yang kuat yang memiliki kursi di parlemen Lebanon, di mana Macron berupaya mendorong reformasi politik di sana.

Pompeo mengatakan tidak masuk akal jika negara-negara mengizinkan Iran memiliki lebih banyak uang, lebih banyak kekayaan, dan lebih banyak senjata, namun di sisi lain mencegah perbuatan Hezbollah di Lebanon.

Baca juga: Laporan Intelijen: Iran Berencana Eksekusi Dubes AS untuk Afrika Selatan

AS sendiri menghadapi tentangan internasional yang makin meluas karena berupaya memberlakukan sanksi internasional terhadap Iran.

Negeri “Uncle Sam” juga ingin memperpanjang embargo senjata di Teheran yang sedianya berakhir pada 18 Oktober.

"Sementara Uni Eropa telah membuat keputusan berbeda tentang perjanjian (nuklir) itu, mereka berbagi keprihatinan kami tentang perpanjangan embargo senjata itu," sambung Pompeo.

Baca juga: Trump: Setiap Serangan dari Iran akan Dibalas 1.000 Kali Lebih Dahsyat

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X