Pembunuhan Khashoggi, 29 Negara Kecam Arab Saudi

Kompas.com - 16/09/2020, 06:50 WIB
Para pengunjuk rasa berdandan seperti Pangeran Mohammed bin Salman dan Presiden AS Donald Trump beraksi di luar Gedung Putih, Jumat (19/10/2018), menuntut keadilan untuk jurnalis Jamal Khashoggi. AFP/JIM WATSONPara pengunjuk rasa berdandan seperti Pangeran Mohammed bin Salman dan Presiden AS Donald Trump beraksi di luar Gedung Putih, Jumat (19/10/2018), menuntut keadilan untuk jurnalis Jamal Khashoggi.

RIYADH, KOMPAS.com - Puluhan negara mengecam Arab Saudi di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB pada Selasa (15/9/2020) atas pelanggaran serius dan menuntut pertanggungjawaban untuk kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Dalam teguran yang relatif jarang ditunjukkan pada kerajaan kaya minyak itu di hadapan badan hak asasi tertinggi PBB, duta besar Denmark Carsten Staur membacakan pernyataan atas nama 29 negara yang menuntut keadilan bagi Khashoggi.

Dalam pernyataan bersama ketiga kepada dewan yang menargetkan Riyadh sejak pembunuhan pada 2018, sebagian besar negara Eropa memperbarui seruan untuk "transparansi dan meminta pertanggungjawaban semua yang bertanggung jawab".

Jurnalis Saudi, yang menulis opini untuk The Washington Post, "dipancing" ke konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018 untuk menangani dokumen pernikahan.

Dalam beberapa menit, orang dalam kerajaan Saudi sekaligus kritikus itu dicekik dan tubuhnya dipotong-potong, demikian penuturan pejabat Turki dan AS.

Baca juga: Trump Sesumbar Selamatkan Putra Mahkota Saudi dari Kasus Pembunuhan Khashoggi

Pengadilan Saudi bulan ini menjatuhkan hukuman penjara yang lama kepada delapan terdakwa yang tidak disebutkan namanya dan membatalkan lima hukuman mati, dalam putusan yang dikecam keras oleh tunangan Khashoggi dan pakar hak asasi PBB Agnes Callamard, pelapor khusus tentang pembunuhan di luar hukum.

Callamard, yang seperti CIA sebelumnya mengaitkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dengan pembunuhan itu, mencela bahwa pejabat tinggi yang diduga memerintahkan kematian Khashoggi berkeliaran bebas.

Pernyataan bersama pada Selasa kemarin dipuji beberapa kelompok HAM. Tak hanya soal Khashoggi, mereka juga menyoroti pelanggaran lainnya di Arab Saudi.

"Kami sangat prihatin dengan laporan penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa dan tahanan ditolak akses ke perawatan medis penting dan kontak dengan keluarga mereka," kata pernyataan itu.

Staur mengatakan negara-negara itu menyambut reformasi baru-baru ini di Saudi seperti pembatasan cambuk dan hukuman mati terhadap anak di bawah umur, tetapi menekankan bahwa jurnalis, aktivis dan lainnya masih menghadapi penganiayaan, penahanan dan intimidasi.

Baca juga: 5 Pembunuh Jamal Khashoggi Batal Dihukum Mati, Turki Kecewa Berat

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Monolit' Logam Misterius yang Dikira dari Dunia Lain Dilaporkan Menghilang

"Monolit" Logam Misterius yang Dikira dari Dunia Lain Dilaporkan Menghilang

Global
Korea Utara Dikabarkan Meretas Perusahaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Korea Utara Dikabarkan Meretas Perusahaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Global
Jasad Wanita Diduga WNI Ditemukan di Dalam Koper di Mekah, Arab Saudi

Jasad Wanita Diduga WNI Ditemukan di Dalam Koper di Mekah, Arab Saudi

Global
Sebuah Investigasi Klaim Presiden Putin Punya Anak Perempuan di Luar Nikah

Sebuah Investigasi Klaim Presiden Putin Punya Anak Perempuan di Luar Nikah

Global
Milisi Serang Persawahan Nigeria saat Petani Panen Padi, 40 Orang Tewas

Milisi Serang Persawahan Nigeria saat Petani Panen Padi, 40 Orang Tewas

Global
Dilaporkan Hampir Punah, Harimau Hitam di India Akhirnya Muncul

Dilaporkan Hampir Punah, Harimau Hitam di India Akhirnya Muncul

Global
Kekurangan Kasur, RS di Rusia Tempatkan Pasien Covid-19 di Bangsal Bobrok

Kekurangan Kasur, RS di Rusia Tempatkan Pasien Covid-19 di Bangsal Bobrok

Global
Ribuan Tank dan Pesawat Tempur Gambarkan Hebatnya Kekuatan Militer Uni Soviet Pada Masanya

Ribuan Tank dan Pesawat Tempur Gambarkan Hebatnya Kekuatan Militer Uni Soviet Pada Masanya

Global
Pria Pemerkosa Anak Dicambuk di Aceh, Ini Pemberitaan Media Asing

Pria Pemerkosa Anak Dicambuk di Aceh, Ini Pemberitaan Media Asing

Global
Jet Tempur Inggris Cegat 2 Pesawat Militer Rusia di Laut Utara

Jet Tempur Inggris Cegat 2 Pesawat Militer Rusia di Laut Utara

Global
Tinggal Bersama 480 Kucing dan 12 Anjing, Wanita Ini Habiskan Rp 109 Juta Per Bulan

Tinggal Bersama 480 Kucing dan 12 Anjing, Wanita Ini Habiskan Rp 109 Juta Per Bulan

Global
Anwar Ibrahim Minta 'Satu Minggu Lagi' untuk Buktikan Suara Mayoritas

Anwar Ibrahim Minta "Satu Minggu Lagi" untuk Buktikan Suara Mayoritas

Global
Awalnya Dituduh Mata-mata, Dosen Ini Rupanya Ditahan Iran karena Berkencan dengan Warga Israel

Awalnya Dituduh Mata-mata, Dosen Ini Rupanya Ditahan Iran karena Berkencan dengan Warga Israel

Global
Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Global
[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

Global
komentar
Close Ads X