Trump: Setiap Serangan dari Iran akan Dibalas 1.000 Kali Lebih Dahsyat

Kompas.com - 15/09/2020, 11:12 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruangan James Brady, Gedung Putih, Washington DC, pada 10 Agustus 2020. Dia tengah memberikan pernyataan ketika tiba-tiba dibawa keluar oleh agen Secret Service, buntut penembakan yang terjadi di Gedung Putih. AFP PHOTO/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruangan James Brady, Gedung Putih, Washington DC, pada 10 Agustus 2020. Dia tengah memberikan pernyataan ketika tiba-tiba dibawa keluar oleh agen Secret Service, buntut penembakan yang terjadi di Gedung Putih.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat ( AS) bersumpah jika setiap serangan yang dilancarkan Iran akan dibalas 1.000 kali lipat lebih dahsyat oleh Washington.

Pernyataan tersebut dilontarkan Trump setelah Iran dikabarkan akan membalas dendam kematian jenderal top Iran, Qasem Soleimani.

"Setiap serangan oleh Iran, dalam bentuk apapun, terhadap AS akan dibalas dengan serangan terhadap Iran 1.000 kali liat lebih dahsyat,” tulis Trump dalam akun Twitter-nya sebagaimana dilansir dari Arab News, Selasa (15/9/2020).

Respons Trump tersebut berselang setelah bocoran laporan intelijen yang mengatakan jika Iran berencana mengeksekusi Duta Besar (Dubes) AS untuk Afrika Selatan Lana Marks.

Baca juga: Laporan Intelijen: Iran Berencana Eksekusi Dubes AS untuk Afrika Selatan

Dilansir dari Politico via New York Post, laporan tersebut dibocorkan oleh dua pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, Minggu (13/9/2020).

Dua pejabat tersebut mengatakan telah mengetahui rencana pembunuhan Marks pada musim semi tahun ini.

Selang beberapa waktu, rencana pembunuhan tersebut menjadi lebih spesifik dalam beberapa pekan terakhir.

Pihak intelijen belum mengetahui secara pasti kenapa Marks menjadi target pembunuhan pihak Iran.

Baca juga: Bahas Sanksi Trump, Iran dan AS Akan Duel di Pengadilan Tinggi PBB

Mereka hanya menduga Marks menjadi sasaran balas dendam atas pembunuhan Soleimani.

Komandan Pasukan Quds, sayap tentara elite dari Garda Revolusi Iran, itu terbunuh dalam sebuah serangan pesawat nirawak di Baghdad, Irak.

Beberapa hari setelah kematian Soleimani, Iran meluncurkan rentetan rudal balistik yang menargetkan dua pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X