Dituduh Mahathir Memecah Dukungan Melayu, Ini Jawaban Syed Saddiq

Kompas.com - 14/09/2020, 17:29 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Abdul Rahman Hilda B Alexander/Kompas.comMenteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Abdul Rahman

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Politisi muda Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, menjawab tudingan Mahathir Mohamad bahwa partai yang didirikannya bakal memecah dukungan kaum Melayu.

Mantan ketua sayap muda Partai Bersatu itu menegaskan, partai yang dibuatnya itu melayani masyarakat Malaysia, terlepas apa pun usia dan rasnya.

Dalam wawancara dengan Malaysiakini, politisi berusia 27 tahun itu menekankan bahwa dia terjun ke politik bukan karena warga Melayu.

Baca juga: Mahathir Tidak Yakin Partai Milenial Syed Saddiq Akan Menang Pemilu

"Saya di sini menjadi pelayan bagi semua orang. Saya tak ingin sekadar menyatukan Melayu, tetapi mempersatukan semua Malaysia," tegasnya.

Mantan menteri pemuda dan olahraga pada era pemerintahan Mahathir itu menekankan, dia mempunyai rasa hormat kepada mentornya tersebut.

Meski begitu, Syed Saddiq tak sepakat dengan pendapat Dr M, julukan Mahathir Mohamad, bahwa partainya hanya menepikan pemilih berusia tua.

Dikutip Malay Mail, Senin (14/9/2020), dia menegaskan bahwa partainya itu bukan "eksklusif khusus anak muda", tetapi "dipimpin oleh generasi muda".

Pemuda yang kini menjadi anggota parlemen dari daerah pemilihan itu Muar itu menegaskan, kekuatan "Negeri Jiran" terletak pada keberagaman penduduknya.

Dia kemudian menjelaskan bahwa partainya bakal diisi tak hanya pemuda, tetapi juga aktivis, teknokrat, pemimpin sipil, hingga pengusaha.

Syed menuturkan, mereka akan fokus pada pendanaan publik, dan tak terpaku pada sponsor perusahaan agar "tak diperbudak" siapa pun.

Dia merespons pernyataan Mahathir pada pekan lalu, ketika mantan Perdana Menteri Malaysia itu menyuarakan keraguannya akan partai Syed.

Dr M mengatakan, partai muda Syed kecil kemungkinannya lolos pemilu jika tidak memperhitungkan pemilih tua, dan mengklaim bisa memecah suara Melayu.

PM pada periode 2018-2020 dan 1981-2003 itu mengatakannya setelah sang mantan anak didik menolak untuk bergabung bersama partainya, Pejuang.

Baca juga: Eks Menpora Malaysia Syed Saddiq Akan Dirikan Partai Milenial, Begini Konsepnya


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepemimpinan Trump Mengubah Gaya Kebijakan Luar Negeri Global

Kepemimpinan Trump Mengubah Gaya Kebijakan Luar Negeri Global

Global
Cerita Pria dengan 120 Istri dan 28 Anak, Menikah di Tiap Tempat yang Dikunjungi

Cerita Pria dengan 120 Istri dan 28 Anak, Menikah di Tiap Tempat yang Dikunjungi

Global
Dubai Bakal Tambah 12 Pantai Buatan, Klaim Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Dubai Bakal Tambah 12 Pantai Buatan, Klaim Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Global
Suami Sibuk Kerja, Istri Kesepian dan Selingkuh dengan 300 Pria Selama 2 Tahun

Suami Sibuk Kerja, Istri Kesepian dan Selingkuh dengan 300 Pria Selama 2 Tahun

Global
Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Global
Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Global
Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Global
3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

Global
Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Global
Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Global
Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Global
Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Global
Culik dan Perkosa 4 Wanita, Produser Film Hollywood Ditangkap

Culik dan Perkosa 4 Wanita, Produser Film Hollywood Ditangkap

Global
Perancis: Sekularisme, Kartun Nabi Muhammad, dan Sikap Presiden Macron

Perancis: Sekularisme, Kartun Nabi Muhammad, dan Sikap Presiden Macron

Global
Perang Mendekati Wilayah Armenia, Yerevan Minta Bantuan Rusia

Perang Mendekati Wilayah Armenia, Yerevan Minta Bantuan Rusia

Global
komentar
Close Ads X