Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

The Bunker, Cara Difabel Inggris 'Berdamai' dengan Pandemi Corona

Kompas.com - 14/09/2020, 17:18 WIB
Miranti Kencana Wirawan

Penulis

Sumber BBC

LONDON, KOMPAS.com - Orang-orang dengan disabilitas telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan solusi terhadap masalah-masalah yang tak bisa diakses.

Sekarang, di tengah pandemi virus corona, sebuah kelompok disabilitas di Inggris telah menemukan suatu jalan untuk bisa "berdamai" dengan situasi, berbagi informasi serta saling menguatkan satu sama lain.

The Bunker.

Sebuah kelompok di halaman media sosial Facebook yang baru aktif sejak kurang lebih 6 bulan yang lalu. Di dalamnya, terdapat banyak hal dan informasi yang bisa dibagi antar anggota.

Banyak anggota dari kelompok itu bergantung pada asisten pribadi (Personal Assistant) yang mengunjungi rumah mereka untuk membantu perawatan.

Baca juga: Minim Terapi, Pelajar Disabilitas di AS Kesulitan Ikuti Sekolah Online

Namun, ketika karantina dimulai di Inggris, banyak yang menghadapi pilihan sulit: mengizinkan pengasuh di rumah dan menempatkan diri mereka dalam risiko terpapar wabah atau menangguhkan perawatan, dan merasakan ketidaknyamanan atau mungkin lebih buruk dari itu semua.

Tentu saja, pengasuh mereka juga berisiko.

Melansir BBC, salah satu dari mereka yang mengunggah di halaman grup The Bunker adalah Chris Ledger, dari Bangor, Irlandia Utara, yang menderita rheumatoid arthritis dan kanker payudara stadium 4.

Dia bercerita kalau dia terpaksa melepas pengasuhnya karena aturan di tengah pandemi. Tak hanya Ledger, kasus serupa juga banyak dialami penyandang disabilitas lainnya. 

Selain karena aturan, para pengasuh atau perawat pribadi tidak berani mengunjungi mereka karena takut menulari dan juga takut ditulari.

The Bunker sendiri dibuat oleh Dennis Queen, setelah banyak temannya mengalami hal serupa yang dialami Ledger. 

Baca juga: Supermarket Australia Buka Lebih Awal Khusus Orang Tua dan Disabilitas

Grup Facebook itu kini sudah punya 817 anggota dan saran yang dibagikan di sana sering kali apa adanya.

 

Namun, ketika datang bulan Maret lalu, pengasuh atau perawat disabilitas diberikan izin untuk bisa kembali menyesuaikan jadwal mereka untuk merawat dan mengunjungi rumah kliennya, seperti sekedar membersihkan rumah.

Tak hanya "curhat", grup itu juga saling membagi informasi-informasi yang bermanfaat. Dalam sebuah unggahan, dijelaskan bahwa pemerintah Inggris memberikan bantuan non-manusia bagi mereka yang punya kondisi penyakit seperti epilepsi dan kesulitan bernapas.

Berkat informasi itu, salah satu penyandang disabilitas bisa menggunakan anggaran daruratnya untuk membeli sebuah speaker pintar Echo Show yang dilengkapi dengan fitur video sehingga orang lain bisa memantaunya dari jauh.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com