Gedung Putih Hentikan Laporan Keamanan Pemilu AS ke Kongres

Kompas.com - 30/08/2020, 17:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berinteraksi dengan delegasi setelah berbicara pada hari pertama Konvensi Nasional Partai Republik di Charlotte, Carolina Utara, Senin sore (24/8/2020). Konvensi resmi mencalonkan kembali Trump untuk periode kedua menghadapi calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden pada pemilihan presiden (pilpres) 3 November mendatang AFP/GETTY IMAGES/LOGAN CYRUSPresiden Amerika Serikat Donald Trump berinteraksi dengan delegasi setelah berbicara pada hari pertama Konvensi Nasional Partai Republik di Charlotte, Carolina Utara, Senin sore (24/8/2020). Konvensi resmi mencalonkan kembali Trump untuk periode kedua menghadapi calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden pada pemilihan presiden (pilpres) 3 November mendatang

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Gedung Putih menjadi sorotan setelah mengaku menghentikan pemberian laporan mengenai keamanan Pemilu AS kepada komite intelijen Kongres.

Situasi itu kemudian memantik spekulasi, bahwa Washington sengaja menutupi keterlibatan Rusia untuk membantu Presiden Donald Trump.

Manuver itu muncul dua bulan jelang Pemilu AS, di mana Trump tak lagi mengomentari soal peluang intervensi asing dan dia menuding Demokrat membocorkan informasi.

Baca juga: Pilpres AS: Mungkinkah Joe Biden Kalahkan Trump dan Jadi Presiden?

"Mungkin Schiff si Penipu. Tapi bisa jadi yang lain juga. BOCOR kepada Fake News," kata dia di Twitter, merujuk pada Ketua Komite Intelijen Kongres AS, Adam Schiff.

Dia tidak memberikan bukti atas klaimnya, yang terus diucapkannya selama sekitar 3,5 tahun dia menjabat sebagai Presiden AS.

"Tak peduli siapa itu, orang-orang rendahan ini selalu memainkan narasi Rusia dan China. Harus bermain lebih baik dari mereka," kata dia.

Keputusan Gedung Putih menghentikan laporan mengenai keamanan pemilu bakal memberi sedikit dampak, dilansir AFP Minggu (30/8/2020).

Kongres memang masih bisa mendapatkan laporan rahasia secara tertulis. Tapi, mereka tidak akan bisa menanyai Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) terkait temuan mereka.

Politisi Demokrat di Kongres pun merespons marah, di mana mereka menuding petahana yang berusaha menutupi keterlibatan Kremlin.

Baca juga: 5 Fakta Kamala Harris, Cawapres Joe Biden di Pilpres AS

Dalam kicauannya, Schiff menyatakan Trump sempat memecat direktur intelijen nasional agar kampanyenya mendapat bantuan Moskwa.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki 'Arab Kotor'

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki "Arab Kotor"

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
komentar
Close Ads X