Disebut Michelle Obama "Presiden yang Salah", Trump Marah

Kompas.com - 18/08/2020, 22:20 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan pers di Ruangan James Brady, Gedung Putih, Washington DC, pada 10 Agustus 2020. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONGPresiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan pers di Ruangan James Brady, Gedung Putih, Washington DC, pada 10 Agustus 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menanggapi dengan marah, setelah Michelle Obama menyebutnya "presiden yang salah untuk negara ini".

Dia merespons pernyataan Michelle ketika memberikan dukungan bagi Joe Biden, dalam malam pertama nominasi capres dari Partai Demokrat.

Dalam ucapannya, istri mantan Presiden AS Barack Obama itu menekankan bahwa Trump adalah "sosok yang salah untuk menjadi pemimpin".

Baca juga: Michelle Obama: Donald Trump Presiden yang Salah untuk AS

Michelle Obama mengecam presiden 74 tahun itu sebagai sosok malang, yang memecah belah publik serta tidak mampu menghadapi tekanan akibat wabah Covid-19.

"Dia mempunyai begitu banyak waktu untuk membuktikan dia dapat menjalankan tanggung jawab sebagai presiden, tetapi jelas dia tidak mampu," kata dia.

Trump kemudian melancarkan kemarahan melalui kicauan di Twitter, di mana dia juga menyerang suaminya, serta Biden, yang notabene wakil Obama periode 2009-2017.

"Seseorang tolong jelaskan kepada Michelle Obama bahwa Donald J Trump takkan ada di Gedung Putih, jika saja suaminya tuntas mengerjakan pekerjaannya," sindirnya.

Dilansir AFP Selasa (18/8/2020), presiden ke-45 AS itu juga menyebut Joe Biden hanya dianggap sebagai sosok pelengkap dalam Pilpres AS.

Sang presiden yang ekonominya kuat sebelum wabah virus corona, membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan, menjanjikan situasinya meningkat.

"Pemerintahan saya menciptakan ekonomi terhebat dalam sejarah, menyelamatksan jutaan orang, malah pembangunan lebih besar lagi," koarnya.

Serangannya makin gencar dengan menyatakan pemerintahan Obama dan Biden adalah pemerintahan paling korup dalam sejarah AS.

Dia mengklaim kampanyenya dimata-matai dan seharusnya menjadi skandal politik terbesar sepanjang "Negeri Uncle Sam" berdiri.

"Itu jelas-jelas merupakan pengkhianatan. Jadi, terima kasih atas kata-kata baiknya Michelle," ejek pemimpin dari Partai Republik tersebut.

Berdasarkan jajak pendapat, Biden dijagokan bakal menggeser Trump dari Gedung Putih dalam Pilpres AS yang diselenggarakan 3 November mendatang.

Baca juga: Dukungan Barack Obama kepada Mantan Wapresnya, Joe Biden dalam Melawan Trump


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak 'Dilarang Gendut sampai Mati', Akhirnya Dipenjara

Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak "Dilarang Gendut sampai Mati", Akhirnya Dipenjara

Global
Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Global
Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Global
Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Global
Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Global
Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Global
Di Ulang Tahun ke-95 Tanpa Suami, Ratu Elizabeth II Akan Dikelilingi Staf

Di Ulang Tahun ke-95 Tanpa Suami, Ratu Elizabeth II Akan Dikelilingi Staf

Global
komentar
Close Ads X