Dukungan Barack Obama kepada Mantan Wapresnya, Joe Biden dalam Melawan Trump

Kompas.com - 28/07/2020, 22:21 WIB
Mantan presiden AS Barack Obama dan mantan presiden AS Joe Biden mengunjungi toko Dog Tag Bakery di Washington DC, Senin (30/1/2018). (Twitter/Dog Tag Bakery) Mantan presiden AS Barack Obama dan mantan presiden AS Joe Biden mengunjungi toko Dog Tag Bakery di Washington DC, Senin (30/1/2018). (Twitter/Dog Tag Bakery)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama akan bergabung dengan aktor George Clooney pada Selasa (28/7/2020), untuk mendukung kampanye mantan wakil presidennya dari Partai Demokrat, Joe Biden dalam pemilihan presiden AS

Menurut laporan dari Reuters pada Selasa (28/7/2020), Obama dan Clooney akan terlibat dalam "percakapan virtual" sesuai dengan undangan untuk para donatur, yang mana tiket acara tersebut berkisar 250 dollar AS (Rp 3,6 juta) sampai 250.000 dollar AS (Rp 3,6 miliar).

Pada Juni, Obama mengadakan penggalangan dana untuk Biden, mantan wakil presidennya pada periode 2009-2017, yang menghasilkan lebih dari 11 juta dollar AS (160,075 miliar).

Baca juga: Joe Biden : Trump Presiden Rasis Pertama di Amerika Serikat

Masa pemilihan presiden AS tahun ini akan berlangsung pada 3 November dan Biden berhadapan Donald Trump.

Adanya pandemi Covid-19 telah memaksa Biden untuk mengadakan acara kampanye secara online atau dekat dengan rumahnya di Delaware.

Sementara, penggalangan dana virtual yang dilakukan Biden telah terbukti efektif, membantunya dan sekutu kelompok-kelompok Demokrat mengalahkan Trump dan kelompok-kelompok Republik pada Mei dan Juni.

Baca juga: Joe Biden Siap Gelontarkan Ratusan Miliar Dollar AS untuk Memulihkan Krisis Kesehatan dan Ekonomi

Pada Selasa, Biden memberikan pidato di Wilmington, Delaware yang merinci bagaimana ia akan mengatasi rasisme sistemik dan ketidaksetaraan ekonomi rasial, bagian keempat dan terakhir dari rencananya untuk merevitalisasi ekonomi AS yang terkena dampak Covid-19.

Clooney dan istrinya, yang secara blak-blakan mengkritisi Trump, mengetuai lembaga amal Clooney Foundation for Justice, sebuah organisasi advokasi hak asasi manusia global.

Baca juga: Habiskan Dana Kampanye Rp 736,3 Miliar, Donald Trump Belum Bisa Kalahkan Joe Biden

Bulan lalu, ia menyumbangkan 500.000 dollar AS (Rp 7,3 miliar) untuk Equal Justice Initiative, sebuah organisasi nirlaba yang memberikan perwakilan hukum kepada para tahanan yang mungkin telah dituduh salah.

Berita sebelumnya yang melansir Reuters pada Selasa (21/7/2020), dalam kampanye penggalangan dana pada Juni, Biden mengumpulkan dana sebesar 63,4 juta dollar AS (Rp 934,9 miliar), lebih besar dari dana yang dikumpulkan Trump yang sebesar 55,2 juta dollar AS (Rp 813,4 miliar).

Baca juga: Tidak Goyah, Joe Biden Pertahankan Keunggulan Dua Digit atas Trump

Sementara, untuk dana kampanye yang dikelurkan Joe Biden lebih rendah, yaitu sekitar 37 juta dollar AS (Rp 545,6 miliar).

Sedangkan lawan politiknya dari Partai Republik mencapai sebesar lebih dari 50 juta dollar AS (Rp 736,3 miliar).

Baca juga: Trump Sebut Joe Biden Tak Kompeten Memimpin AS


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nagorno-Karabakh Menungu Perang Berhenti dan Berharap dapat Bangun Kota Kembali

Nagorno-Karabakh Menungu Perang Berhenti dan Berharap dapat Bangun Kota Kembali

Global
Militer Temukan Terowongan Bawah Tanah yang Dapat Menembus Israel

Militer Temukan Terowongan Bawah Tanah yang Dapat Menembus Israel

Global
Putra Mahkota MBS Digugat Memerintahkan Pembunuhan Jamal Khasoggi

Putra Mahkota MBS Digugat Memerintahkan Pembunuhan Jamal Khasoggi

Global
Usai Parade Militer, Beberapa Pelajar Korea Utara Diduga Terinfeksi Covid-19

Usai Parade Militer, Beberapa Pelajar Korea Utara Diduga Terinfeksi Covid-19

Global
Khawatir Tak Bisa Bertemu Anaknya Lagi, Seorang Ibu Cekik Ketiga Putrinya

Khawatir Tak Bisa Bertemu Anaknya Lagi, Seorang Ibu Cekik Ketiga Putrinya

Global
Ikut Sebar Video yang Memicu Pemenggalan Guru di Perancis, Masjid Ini Minta Maaf

Ikut Sebar Video yang Memicu Pemenggalan Guru di Perancis, Masjid Ini Minta Maaf

Global
Rusia Siap Bekukan Nuklirnya Setahun Jika AS Lakukan Hal Serupa

Rusia Siap Bekukan Nuklirnya Setahun Jika AS Lakukan Hal Serupa

Global
[POPULER GLOBAL] Pantai Selatan Alaska AS Terancam Tsunami | Sederet Kerja Sama yang Dijalin RI-AS

[POPULER GLOBAL] Pantai Selatan Alaska AS Terancam Tsunami | Sederet Kerja Sama yang Dijalin RI-AS

Global
Terus Beritakan Aksi Anti-Pemerintah, Pemerintah Thailand Tutup Kantor Berita Ini

Terus Beritakan Aksi Anti-Pemerintah, Pemerintah Thailand Tutup Kantor Berita Ini

Global
Santi Whiteside, Perempuan Berdarah Batak yang Ikut 'Pilkada' Australia

Santi Whiteside, Perempuan Berdarah Batak yang Ikut "Pilkada" Australia

Global
Sebuah Masjid di Perancis Ditutup Terkait Kasus Kematian Samuel Paty

Sebuah Masjid di Perancis Ditutup Terkait Kasus Kematian Samuel Paty

Global
Mengapa PM Jepang Lirik Indonesia dan Vietnam sebagai Kunjungan Pertama?

Mengapa PM Jepang Lirik Indonesia dan Vietnam sebagai Kunjungan Pertama?

Global
Mantan Tahanan Korea Utara Kisahkan Diinjak Tangannya jika Bergerak di Penjara

Mantan Tahanan Korea Utara Kisahkan Diinjak Tangannya jika Bergerak di Penjara

Global
Suriah Minta Tukar Sandera dengan Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS

Suriah Minta Tukar Sandera dengan Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS

Global
Kasus Guru Dipenggal karena Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad, Polisi Perancis Tahan 15 Orang

Kasus Guru Dipenggal karena Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad, Polisi Perancis Tahan 15 Orang

Global
komentar
Close Ads X