Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Kompas.com - 12/07/2020, 07:43 WIB
Shintaloka Pradita Sicca,
Miranti Kencana Wirawan

Tim Redaksi

CHICAGO, KOMPAS.com - Seorang remaja laki-laki (15) tembaki seseorang tak dikenal sebanyak 19 kali hingga tewas, dan ia tertawa sebelum pergi meninggalkan mayat korbannya.

Pada Kamis (2/7/2020), Noe Mondragon-Jimenez (27) berjalan bersama pacarnya pada malam hari di persimpangan Karlov Avennue dan 27th Street.

Sang kekasih telah memiliki firasat buruk ketika melihat mobil sedan berwarna gelap seakan menunggu mereka di ujung jalan.

Jimenez sempat diperingatkan kekasihnya tentang kecurigaannya. Sang kekasih memperingatkan bahwa orang di dalam mobil bisa jadi adalah seorang gengster.

Baca juga: 39 Penembakan Warnai Perayaan HUT AS di New York City, 5 Orang Tewas

Namun, pasangan ini tetap melanjutkan jalan mereka hingga mendekati mobil sedan yang mencurigakan tersebut.

Semakin dekat jarak mereka, 2 orang muncul dari dalam mobil. Masing-masing mengenakan hoodie, masker, dan menodongkan pistol dengan laser.

Seketika remaja laki-laki itu meluncurkan tembakan ke pasangan tersebut secara membabi buta.

Kedua pasangan ini terkejut ketakutan dan langsung melarikan diri. Sayangnya, Noe Mondragon-Jimenez tertinggal.

Baca juga: Pasca-penembakan yang Tewaskan 25 Orang, RS di Afghanistan Buka Lagi

Setelah puas menembak, pelaku remaja ini menghampiri mayat Jimenez yang tersungkur di tanah, kemudian memukul tubuhnya dengan gagang pistol.

Lalu, remaja ini pun tertawa dan segera melarikan diri dengan mobilnya.

Melansir Chicago Tribune (8/7/2020), pihak berwenang menyebutkan bahwa aksi tembakan itu berlangsung pada pukul 21.30 waktu setempat.

Kepada polisi, pacar Jimenez mengaku mengenali wajah pelaku penembakan, sehingga dapat membantu pencarian identitas pelaku penembakan.

Baca juga: Penembakan di Walmart, California, 2 Orang Tewas 4 Orang Luka

Kedua tersangka remaja ditangkap di rumah mereka pada Minggu (5/7/2020) dan kemudian didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama dalam kematian Mondragon-Jimenez.

Meski pun, usia penembak masih 15 tahun dan termasuk sebagai remaja, tapi dalam sidang terpisah, hakim mengembalikan keduanya ke tahanan umum.

Sementara, persidangan untuk penembakan remaja yang berusia 16 tahun didakwa sebagai orang dewasa.

Ada pun sidang yang akan digelar pada Selasa (13/7/2020), tidak akan disiarkan secara online.

Baca juga: Penembakan di Minneapolis, 1 Orang Tewas

Hakim Mary Marubio, mengatakan bahwa pengadilan tidak disiarkan secara online karena alasan usia terdakwa.

Hakim Remaja Linda Pauel memerintahkan remaja berusia 15 tahun untuk ditahan.

Remaja berusia 15 tahun itu diperkirakan akan kembali ke pengadilan pada Senin mendatang (14/7/2020), sementara pemain berusia 16 tahun itu dijadwalkan kembali 27 Juli.

Mondragon-Jimenez, dari 3100 blok West 27th Street, sempat berusaha dibawa ke Rumah Sakit Mount Sinai. Polisi menemukan delapan selongsong peluru dari ukuran 9 mm di lokasi kejadian.

Baca juga: Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Punya Hubungan dengan Al Qaeda

Menurut jaksa, polisi menyatukan berbagai kejadian dari pengawasan video pribadi, kota, saksi mata, termasuk penelepon yang menghubungi 911 yang melihat mobil tergesa-gesa dari tempat kejadian.

2 dari saksi, salah satunya melihat remaja yang lebih muda tertawa ketika melarikan diri, juga mengidentifikasi remaja dari foto, kata pihak berwenang.

Banyak dari insiden penembakan itu diyakini terkait dengan gengster.

Penembakan itu terjadi sehari sebelum dimulainya liburan hari kemerdekaan Amerika Serikat (AS) pada 4 Juli lalu.

Saat itu sedikitnya 80 orang ditembak, yang berakibat 17 orang dari mereka meninggal, di seluruh kota.

Baca juga: Wartawan Hong Kong Tolak Laporan soal Penembakan Jurnalis Indonesia Veby Mega Indah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Global
Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Global
Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Global
Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Global
Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Global
Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Global
Israel Perintahkan Warga Palestina Mengungsi dari Rafah

Israel Perintahkan Warga Palestina Mengungsi dari Rafah

Global
[UNIK GLOBAL] Majikan Bunuh Diri, PRT Diwarisi Rp 43,5 Miliar | Karyawan Nekat ke Italia demi Makan Pizza Padahal Besok Kerja

[UNIK GLOBAL] Majikan Bunuh Diri, PRT Diwarisi Rp 43,5 Miliar | Karyawan Nekat ke Italia demi Makan Pizza Padahal Besok Kerja

Global
Tak Ada yang Bicara Perubahan Iklim di Pemilu India, Apa Sebabnya?

Tak Ada yang Bicara Perubahan Iklim di Pemilu India, Apa Sebabnya?

Global
Di Texas, Orangtua Bisa Dipenjara Jika Tinggalkan Anak Sendirian dalam Rumah

Di Texas, Orangtua Bisa Dipenjara Jika Tinggalkan Anak Sendirian dalam Rumah

Global
Turkiye Setop Berbisnis dengan Israel, Pakar: Akan Sulitkan Ankara

Turkiye Setop Berbisnis dengan Israel, Pakar: Akan Sulitkan Ankara

Global
Tentara Israel Diserang Ratusan Lebah di Gaza Selatan

Tentara Israel Diserang Ratusan Lebah di Gaza Selatan

Global
Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Global
Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Global
Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com