Merasa Dirinya Robin Hood, Ketua Geng Ini Minta Pengurangan Masa Tahanan

Kompas.com - 11/07/2020, 18:17 WIB
Marvel Thompson, terkenal sebagai raja gengster, pemimpin Black Disciple yang melakukan banyak pembunuhan, penjualan narkoba dan penipuan hipotek. Cook County sheriff’s officeMarvel Thompson, terkenal sebagai raja gengster, pemimpin Black Disciple yang melakukan banyak pembunuhan, penjualan narkoba dan penipuan hipotek.

CHICAGO, KOMPAS.com - Di dalam benaknya sendiri, Marvel Thompson adalah seorang Robin Hood yang memberi makan kaum fakir miskin dan mendukung anak-anak di pinggiran Selatan Chicago untuk tetap sekolah.

Namun, bagi Otoritas Federal, Thompson adalah seorang raja geng yang terlibat dalam penjualan obat-obatan dan penipuan hipotek.

Thompson ditahan pada 2004 oleh FBI. Dia mengaku bersalah setahun kemudian meski hanya mengaku menjual narkoba.

Tapi, Thompson tetap mendekam di penjara selama 45 tahun. Kini dia berusaha untuk keluar, 22 tahun lebih awal. Dia menulis sebuah surat kepada Hakim yang akan menentukan apakah dia bisa dibebaskan atau tidak.

Di dalam suratnya, Thompson menulis permohonan maafnya atas perbuatan-perbuatannya yang melanggar hukum dan menggunakan keuntungan dari penjualan narkoba untuk melakukan beberapa hal kebaikan.

Baca juga: Trump soal Chicago: Lebih Parah dari Afghanistan, Hidup di Sana Seperti di Neraka

"Di dalam pikiran saya kala itu, usaha kriminal saya, keuntungannya, sah digunakan untuk membayar sewa keluarga miskin, membeli pakaian untuk anak-anak miskin dan membelikan mereka perlengkapan sekolah. Atau pun membantu mereka yang membutuhkan secara finansial dalam komunitas," tulis Thompson.

"Anda tidak bisa secara bersamaan membangun dan menghancurkan apa yang ingin Anda cintai."

Dia menulis juga, "Saya memulai jalan keliru melanggar hukum yang pada akhirnya menghancurkan, bukan hanya hidup saya tapi kehidupan orang-orang yang pernah saya cintai dan saya pedulikan. Termasuk mereka yang ada di komunitas saya berdasarkan pengalaman kami sebagai orang miskin."

Di dalam surat itu, Thompson tidak pernah mengakui bahwa dia adalah pemimpin dari Black Disciples. 

Baca juga: Tak Hanya Wabah Covid-19, Wabah Kriminal di Chicago Juga Meningkat

9 halaman surat yang ditulisnya untuk Hakim Distrik AS Elaine Bucklo merupakan bagian dari pengajuan pengadilan baru-baru ini yang mencari kebebasan terhadap Thompson di bawah UU First Step Act 2018.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X