Tolak Berunding, Korea Utara Ancam Tingkatkan Jumlah Pasukan Militer di Zona Demiliterisasi

Kompas.com - 17/06/2020, 13:48 WIB
Foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara menunjukkan kantor penghubung Korea Utara-Korea Selatan yang diledakkan Korea Utara pada Selasa (16/6/2020). Korean Central News Agency/Korea News Service via APFoto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara menunjukkan kantor penghubung Korea Utara-Korea Selatan yang diledakkan Korea Utara pada Selasa (16/6/2020).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pada Rabu (17/6/2020), Korea Utara mengancam akan meningkatkan kehadiran pasukan tentaranya di daerah demiliterisasi, sehari setelah peledakan kantor penghubung Korut-Korsel yang meningkatkan kritik tajam dari Seoul.

Dilansir media Perancis AFP, Korea Utara menolak tawaran dari Presiden Korea Selatan, Moon Jae In untuk mengirim utusan agar melakukan perundingan.

Kim Yo Jong, adik dari pemimpin tertinggi Korea Selatan, Kim Jong Un menyebut undangan dari Korea Selatan itu tidak bijaksana dan membahayakan, sebagaimana dilansir Kantor Berita Resmi KCNA.

Baca juga: Korea Selatan Minta Korea Utara Pegang Teguh Perjanjian

Seoul membalas mengutuk Kim Yo Jong dengan menyebut ucapan wanita itu 'tidak masuk akal' dan 'sangat kasar'.

Sementara itu Juru bicara Gedung Biru, Yoon Do Han mengatakan, "Kami peringatkan, kami tidak akan lagi menoleransi tindakan dan ucapan tak masuk akal dari Korea Utara."

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan ancaman Korea Utara akan merusak beberapa perjanjian antar Korea.

Baca juga: Ancam Korea Selatan, Korea Utara Bakal Kirim Militer ke Perbatasan

"Pihak Korea Utara sudah pasti akan bertanggung jawab atas berbagai tindakan yang dilakukan," demikian salah satu bunyi perjanjian tersebut.

 

Peledakan kantor penghubung di kawasan Industri Kaesong, tepat di seberang perbatasan di wilayah utara terjadi setelah Pyongyang mengecam keras Seoul tentang aktivitas para pembelot yang menyebarkan propaganda anti-Pyonyang dan Kim Jong Un.

Kegiatan di kantor itu sendiri telah ditangguhkan selama berbulan-bulan karena pandemi virus corona.

Hubungan antar-Korea juga terhenti sejak gagalnya pertemuan puncak tahun lalu antara Korut dengan Amerika Serikat di Hanoi.

Baca juga: Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan di Kaesong

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

Global
Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Global
Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Global
Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Global
Muslim Perancis Prihatin dan Bersimpati atas Pembunuhan di Gereja Kota Nice

Muslim Perancis Prihatin dan Bersimpati atas Pembunuhan di Gereja Kota Nice

Global
Mantan Anti-masker Terinfeksi Covid-19, Kini Anggap Serius Pandemi

Mantan Anti-masker Terinfeksi Covid-19, Kini Anggap Serius Pandemi

Global
Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Beri Hak Suara Lebih Awal

Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Beri Hak Suara Lebih Awal

Global
Bunuh Pejabat Korea Selatan, Korea Utara Justru Salahkan Seoul

Bunuh Pejabat Korea Selatan, Korea Utara Justru Salahkan Seoul

Global
China Bantah Tuduhan Menlu AS dan Balik Serang

China Bantah Tuduhan Menlu AS dan Balik Serang

Global
Emmanuel Macron: Perancis 'Sedang Diserang'

Emmanuel Macron: Perancis 'Sedang Diserang'

Global
Status Darurat Tertinggi, Perancis Terjunkan 4.000 Personel Tentara Buntut 2 Serangan dalam Sehari

Status Darurat Tertinggi, Perancis Terjunkan 4.000 Personel Tentara Buntut 2 Serangan dalam Sehari

Global
[POPULER GLOBAL] 3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal | Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

[POPULER GLOBAL] 3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal | Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Global
Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah

Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah

Global
Perwira Senior Angkatan Antariksa AS positif Covid-19

Perwira Senior Angkatan Antariksa AS positif Covid-19

Global
komentar
Close Ads X