Ancam Korea Selatan, Korea Utara Bakal Kirim Militer ke Perbatasan

Kompas.com - 16/06/2020, 12:09 WIB
Adik sekaligus penasihat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, sampai di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, pada 9 Februari 2018. Dia menjadi bagian delegasi Korea Utara untuk menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang. AP Photo/Ahn Young-joonAdik sekaligus penasihat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, sampai di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, pada 9 Februari 2018. Dia menjadi bagian delegasi Korea Utara untuk menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengancam, mereka akan segera mengerahkan militer hingga ke zona demiliterisasi yang berbatasan dengan Korea Selatan.

Ancaman itu merupakan babak baru ketegangan dua Korea, yang dipicu aktivitas para pembelot Korut menyebarkan selebaran anti-Pyongyang di perbatasan.

Selama akhir pekan, adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, sudah memerintahkan militer mengambil tindakan atas "musuh mereka".

Baca juga: Diancam Adik Kim Jong Un, Korea Selatan Gelar Rapat Darurat

Kini, tentara Korut menyatakan "siap mengubah garis depan menjadi benteng sekaligus meningkatkan kewaspadaan pertahanan mereka".

Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan, mereka tengah berdiskusi dengan AS untuk memantau pergerakan angkatan perang tetangganya itu.

Apa yang Pyongyang katakan?

Dilansir BBC Selasa (16/6/2020), baik Korea Utara dan Korea Selama dipisahkan oleh apa yang disebut Zona Demiliterisasi (DMZ).

Zona tersebut merupakan kawasan perbatasan yang memisahkan dua negara sejak Perang Korea yang berlangsung pada 1950 sampai 1953.

Meski namanya zona demiliterisasi, wilayah itu adalah yang terketat di dunia, dengan ranjau dan kawat berduri dipasang di masing-masing negara.

Pada Selasa, Pyongyang menuturkan mereka tengah "meninjau" rencana untuk "memberangkatkan militer ke zona demiliterisasi".

Baca juga: Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, Gulirkan Ancaman terhadap Korea Selatan

Pihak Staf Jenderal menyatakan, mereka dalam "siap siaga tinggi", dan siap "menerapkan secara cepat dan menyeluruh" kepurusan dari pemerintah.

Halaman:

Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X