Korea Utara ke Korea Selatan: Hentikan Omong Kosong soal Denuklirisasi

Kompas.com - 13/06/2020, 17:26 WIB
Gambar yang diambil pada 9 Maret 2020, dan dirilis pada 10 Maret 2020 oleh kantor berita Korea Utara KCNA, memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melihat latihan serangan gabungan di lokasi yang dirahasiakan. AFP/KCNA VIA KNS/STRGambar yang diambil pada 9 Maret 2020, dan dirilis pada 10 Maret 2020 oleh kantor berita Korea Utara KCNA, memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melihat latihan serangan gabungan di lokasi yang dirahasiakan.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara pada Sabtu (13/6/2020) melayangkan kembali pernyataan marahnya terhadap Korea Selatan.

Kali ini Korea Utara meminta negara tetangganya itu untuk tidak bicara soal denuklirisasi yang tidak masuk akal.

Korea Selatan telah menjadi target kemarahan Koera Utara pada beberapa bulan terakhir. Sejak Korea Utara menuduh Seoul mengizinkan para pembelot untuk menyebarkan selebaran anti-Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara di perbatasan mereka.

Baca juga: Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un, Ancam Batalkan Perjanjian Militer dengan Korsel

Pernyataan terakhir Pyongyang itu merupakan respons kepada pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan yang masih terus berupaya untuk denuklirisasi, merujuk pada pembicaraan nuklir yang terhenti antara AS dan Korea Utara.

"Sungguh tidak masuk akal mendengar omong kosong pemerintah Korea Selatan... yang tidak punya kualifikasi untuk membahas atau ikut campur dalam masalah antara Pyongyang dan Washington," ungkap Kwon Jong Gun, pejabat urusan luar negeri Korea Utara, sebagaimana dilansir kantor berita resmi Korea Utara KCNA.

Jong Gun adalah pejabat yang bertanggung jawab untuk bernegosiasi dengan AS.

Baca juga: Diancam Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, Ini Sikap Korea Selatan

Dilansir AFP, Kwon mengecam Seoul karena berusaha mencampuri urusan Pyongyang-AS. Dia menyimpulkan dengan peringatan, "Lebih baik hentikan pembicaraan yang tidak masuk akal tentang denuklirisasi."

Kritik keras dari Korea Utara itu terjadi setelah Pyongyang mengeluarkan kecaman keras terhadap AS pada peringatan pertemuan kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Baca juga: Diancam Kim Yo Jong, Korsel Janji Larang Propaganda Pembelot

Selama ini proses diskusi nuklir antara Pyongyang-AS menemui jalan buntu. Kwon pada Sabtu (13/6/2020) mengatakan bahwa Korea Utara akan terus membangun kekuatan untuk mengatasi ancaman terus-menerus dari AS.

Hubungan antar-Korea kemudian terhenti sejak gagalnya pertemuan AS dan Korea Utara di Hanoi pada Februari tahun lalu dengan kebuntuan tentang konsesi yang bersedia ditawarkan Washington sebagai imbalan jika Pyongyang menggagalkan rencana nuklirnya.

Baca juga: Jika Ingin Pilpres Lancar, Korea Utara Peringatkan AS Tidak Ikut Campur


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X