Picu Kontroversi di Demo George Floyd, Apa Itu UU Pemberontakan?

Kompas.com - 04/06/2020, 12:16 WIB
Demonstran berjalan menuju Lake Shore Drive untuk melakukan unjuk rasa di kawasan Uptown, menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd, yang tewas karena lehernya ditindih lutut polisi pada Senin (25/5/2020). Foto diambil di Chicago pada Senin (1/6/2020). SIPA USA via REUTERS/CHRISTOPHER DILTSDemonstran berjalan menuju Lake Shore Drive untuk melakukan unjuk rasa di kawasan Uptown, menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd, yang tewas karena lehernya ditindih lutut polisi pada Senin (25/5/2020). Foto diambil di Chicago pada Senin (1/6/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menerapkan Undang-undang Pemberontakan untuk meredam kerusuhan di demonstrasi kematian George Floyd.

Dengan UU Pemberontakan ini, Trump dapat mengerahkan pasukan militer yang bertugas aktif meredakan kerusuhan.

Namun UU yang telah berusia berabad-abad ini memicu perdebatan tersendiri di kalangan pejabat tinggi Negeri "Paman Sam".

Lantas, apa itu UU Pemberontakan?

Baca juga: Kematian George Floyd, Selain Derek Chauvin, 3 Polisi Lainnya Juga Didakwa

Dilansir dari USNews, UU Pemberontakan memberi presiden wewenang untuk mengerahkan militer aktif terhadap warga AS selama keadaan luar biasa kerusuhan sipil, atau pemberontakan yang mengancam negara/pemerintah.

UU ini menggantikan hukum-hukum lainnya yang umumnya melarang pasukan seperti Angkatan Darat di dalam negeri untuk menegakkan hukum.

Akan tetapi karena UU ini jarang digunakan, banyak warga AS yang tidak terbiasa dengan ketentuan-ketentuannya.

George HW Bush adalah Presiden AS terakhir yang menggunakan UU ini saat menangani kerusuhan 1992 di Los Angeles (LA).

Sebelumnya pada 1968 UU ini juga pernah dipakai saat kerusuhan di sekitar ibu kota dan tempat lain, dalam kasus pembunuhan Martin Luther King Jr.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] 30 Menit Momen Terakhir Hidup George Floyd | Dokter di Wuhan yang Kulitnya Menghitam, Meninggal

Namun USNews menerangkan, sebagian presiden enggan menerapkan UU Pemberontakan karena tidak ingin dianggap tiran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber USNews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini dalam Sejarah: Hari Bahasa Inggris dan Tandai Kematian William Shakespeare

Hari Ini dalam Sejarah: Hari Bahasa Inggris dan Tandai Kematian William Shakespeare

Internasional
[Biografi Tokoh Dunia] Ibnu Sina, Filsuf Muslim Perintis Ilmu Kedokteran Dunia

[Biografi Tokoh Dunia] Ibnu Sina, Filsuf Muslim Perintis Ilmu Kedokteran Dunia

Internasional
Daftar Negara yang Larang Warga India Masuk karena Covid-19 Mengganas

Daftar Negara yang Larang Warga India Masuk karena Covid-19 Mengganas

Global
Video Viral Helikopter AU Amerika Hancurkan Landasan RS Inggris Saat Lepas Landas

Video Viral Helikopter AU Amerika Hancurkan Landasan RS Inggris Saat Lepas Landas

Global
Positif Covid-19 dan Langgar Karantina Mandiri, Pasutri di India Dikunci Tetangganya Sendiri

Positif Covid-19 dan Langgar Karantina Mandiri, Pasutri di India Dikunci Tetangganya Sendiri

Global
Sambut Hari Bumi, Gedung KBRI Helsinki Semakin Ramah Lingkungan

Sambut Hari Bumi, Gedung KBRI Helsinki Semakin Ramah Lingkungan

Global
Pasok Tabung Oksigen Rumah Sakit di India Kosong Saat Kasus Covid-19 Melonjak

Pasok Tabung Oksigen Rumah Sakit di India Kosong Saat Kasus Covid-19 Melonjak

Global
Covid-19 India Mengganas, Cerita WNI: Warga Kasta Atas Merasa Hebat, Abaikan Prokes

Covid-19 India Mengganas, Cerita WNI: Warga Kasta Atas Merasa Hebat, Abaikan Prokes

Global
KTT ASEAN Digelar Besok di Jakarta, Ini Harapan China

KTT ASEAN Digelar Besok di Jakarta, Ini Harapan China

Global
Jelang KTT ASEAN, Presiden Filipina dan PM Thailand Tidak Hadir

Jelang KTT ASEAN, Presiden Filipina dan PM Thailand Tidak Hadir

Global
Yahudi Sayap Kanan dan Arab Bentrok di Yerusalem, Ratusan Luka-luka

Yahudi Sayap Kanan dan Arab Bentrok di Yerusalem, Ratusan Luka-luka

Global
Kasus Covid-19 Muncul di Puncak Gunung Everest

Kasus Covid-19 Muncul di Puncak Gunung Everest

Global
AS Resmi Hapus Turki dari Program F-35

AS Resmi Hapus Turki dari Program F-35

Global
Kengerian Covid-19 di India, Pasangan Pengantin Baru Dikremasi Bersama Ratusan Korban Meninggal Lain

Kengerian Covid-19 di India, Pasangan Pengantin Baru Dikremasi Bersama Ratusan Korban Meninggal Lain

Global
Covid-19 Singapura Kembali Merebak, 1.200 Pekerja Asing Dikarantina

Covid-19 Singapura Kembali Merebak, 1.200 Pekerja Asing Dikarantina

Global
komentar
Close Ads X