George Floyd dan Polisi Derek Chauvin Pernah Bekerja Bersama di Sebuah Kelab

Kompas.com - 30/05/2020, 07:00 WIB
Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Chauvin dikenal sebagai polisi bermasalah, yang sudah 10 kali menjadi subyek pengaduan. DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERSTangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Chauvin dikenal sebagai polisi bermasalah, yang sudah 10 kali menjadi subyek pengaduan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan pemilik sebuah kelab di Minneapolis mengatakan kalau George Floyd dan polisi yang menginjak lehernya dengan lutut sebelum akhirnya dia mati, Derek Chauvin, pernah bekerja sama sebagai penjaga keamanan di tempat bisnisnya sampai akhir tahun lalu.

Chauvin yang akhirnya dipecat sebagai polisi atas insiden itu, berdasarkan keterangan mantan pemilik kelab, Maya Santamaria, rupanya pernah direkrut oleh kelab El Nuevo Rodeo.

"Chauvin merupakan polisi diluar tugas dinasnya bersama dengan kami selama hampir 17 tahun kami membuka (bisnis)," Maya Santamaria mengatakan kepada KSTP-TV.

Dilansir Daily Mail, Santamaria merasa tidak yakin apakah kedua pria itu saling mengenal. Karena, penjaga keamanan yang bertugas di sana sangat banyak termasuk yang sedang tidak bertugas di kelab pun ada.

Baca juga: Pria Kulit Hitam George Floyd Tewas karena Lehernya Diinjak Polisi, Warga AS Demo Protes

Tapi, wanita itu mengungkapkan bahwa ada beberapa kesempatan baik Floyd mau pun Chauvin pernah sama-sama bekerja di sebuah acara kelab itu.

"Mereka pernah bekerja bersama dalam satu waktu, tapi Chauvin bekerja di luar, sementara para satpam (Floyd) di dalam."

Berdasarkan keterangan Santamaria, Chauvin memang tipikal polisi yang mudah naik pitam dan mudah bereaksi berlebihan terhadap suatu situasi.

"Dia kadang mudah marah dan tampak tegang," ungkapnya. "Ketika ada perkelahian, dia menggunakan alat pukul dan semprotan lada kepada semua orang meski hal itu menurut saya tidak diperlukan."

Santamaria berandai-andai insiden kematian Floyd mungkin akan berbeda jika Chauvin menyadari itu Floyd, rekan kerjanya dulu di kelab.

Baca juga: Rumah Pembunuh George Floyd Dikepung, Polisi Tembak Selangkangan Massa

"Bagaimana jika dia (Chauvin) berkata, 'Hey, Bung, kita pernah bekerja di tempat Maya bersama, ingat aku?" begitu ungkap Santamaria.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim Penyelamat China Gali Lubang Baru untuk Selamatkan Pekerja Tambang Emas yang Terjebak

Tim Penyelamat China Gali Lubang Baru untuk Selamatkan Pekerja Tambang Emas yang Terjebak

Global
Berakhirnya Transisi Kekuasaan Damai AS di Tangan Donald Trump

Berakhirnya Transisi Kekuasaan Damai AS di Tangan Donald Trump

Global
Kurang dari 24 Jam Lagi Lengser, Trump Masih Mengomel Dia Menang Pilpres AS

Kurang dari 24 Jam Lagi Lengser, Trump Masih Mengomel Dia Menang Pilpres AS

Global
Trump Cetak Angka Kepuasan Terendah, Hanya 34 Persen Jelang Lengser

Trump Cetak Angka Kepuasan Terendah, Hanya 34 Persen Jelang Lengser

Global
Presiden Ghana Peringatkan Sistem Kesehatan Akan Overload seiring Masuknya Varian Baru Covid-19

Presiden Ghana Peringatkan Sistem Kesehatan Akan Overload seiring Masuknya Varian Baru Covid-19

Global
Daftar Aturan yang Dihapus Joe Biden Setelah Pelantikan Presiden AS

Daftar Aturan yang Dihapus Joe Biden Setelah Pelantikan Presiden AS

Global
7 Hari Terakhir Kasus Baru Covid-19 AS Turun 11 Persen

7 Hari Terakhir Kasus Baru Covid-19 AS Turun 11 Persen

Global
Rilis Pesan Perpisahan, Melania Trump Ajak Warga AS untuk Pilih Cinta Bukan Benci

Rilis Pesan Perpisahan, Melania Trump Ajak Warga AS untuk Pilih Cinta Bukan Benci

Global
Batu Kandung Kemih 400 Gram Dikeluarkan dari Perut Seorang Wanita, Bisa Kejutkan Dunia Medis

Batu Kandung Kemih 400 Gram Dikeluarkan dari Perut Seorang Wanita, Bisa Kejutkan Dunia Medis

Global
Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Bavaria, Jerman

Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Bavaria, Jerman

Global
Berkenalan dengan Pemuda 22 Tahun Lewat Tinder, Wanita 50 Tahun Ini Mantap Menikah

Berkenalan dengan Pemuda 22 Tahun Lewat Tinder, Wanita 50 Tahun Ini Mantap Menikah

Global
Kisah Perang: 6 Meriam Terbesar yang Pernah Dipakai Bertempur

Kisah Perang: 6 Meriam Terbesar yang Pernah Dipakai Bertempur

Global
FBI Turun Tangan Cegah Penyusup Masuk dalam Garda Nasional untuk Pelantikan Biden

FBI Turun Tangan Cegah Penyusup Masuk dalam Garda Nasional untuk Pelantikan Biden

Global
Begini Tanggapan Biden Saat Trump Tiba-tiba Cabut Larangan Perjalanan Covid-19

Begini Tanggapan Biden Saat Trump Tiba-tiba Cabut Larangan Perjalanan Covid-19

Global
Pakai Jam Tangan dari Kertas, Bocah Ini Menangis Saat Dibelikan Jam Sungguhan

Pakai Jam Tangan dari Kertas, Bocah Ini Menangis Saat Dibelikan Jam Sungguhan

Global
komentar
Close Ads X