Karena Komentar Rasisnya atas Kematian George Floyd, Wali Kota Mississippi Diminta Mengundurkan Diri

Kompas.com - 29/05/2020, 17:52 WIB
Walikota Petal Hal Marx mengangkat tangannya dan menolak untuk mengundurkan diri pada pertemuan dewan khusus aldermen di Petal City Hall, Kamis, 28 Mei 2020, di Petal, Mississippi atas komentar yang dibuatnya di media sosial tentang kematian pria kulit hitam Minneapolis, George Floyd di tangan polisi. AP/Cam BonelliWalikota Petal Hal Marx mengangkat tangannya dan menolak untuk mengundurkan diri pada pertemuan dewan khusus aldermen di Petal City Hall, Kamis, 28 Mei 2020, di Petal, Mississippi atas komentar yang dibuatnya di media sosial tentang kematian pria kulit hitam Minneapolis, George Floyd di tangan polisi.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com -  Wali kota Mississippi menolak untuk mengundurkan diri setelah menghadapi serangan balasan atas komentar rasisnya terhadap kematian George Floyd, "Saya tidak melihat sesuatu yang tidak masuk akal".

Hal Marx, wali kota Petal, Mississippi, menolak permintaan pengunduran dirinya setelah komentar rasisnya pada kematian George Floyd di Minneapolis memicu kontroversi.

Dewan Petal Aldermen pada Kamis mengadakan pertemuan khusus yang berusaha meminta Marx untuk mundur.

Namun, dia menolak.

"Saya tidak akan pernah menyerah pada mentalitas massa," kata Marx, seraya menambahkan bahwa dia dan keluarganya telah menerima ancaman pembunuhan.

Dilansir USA Today, Warga, dengan emosi yang tinggi, menyerukan pengunduran dirinya. Protes warga dipicu oleh komentarnya yang dianggap rasis di media sosial.

Baca juga: Jaksa Tidak Beri Dakwaan atas Kematian George Floyd Hanya Sebut Keadilan akan Ditegakkan

Perselisihan dimulai pada Selasa ketika Marx mengunggah pernyataan, "Mengapa masih ada orang yang memilih untuk menjadi seorang polisi di masyarakat kita hari ini?"

Wali kota itu merujuk pada para petugas polisi yang dipecat pada Selasa, sehari setelah Floyd meninggal setelah diinjak lehernya dengan lutut salah satu petugas ke tanah.

Marx menerima serangan balasan, tetapi dia mengatakan kata-katanya telah disalah tafsirkan oleh beberapa orang.

Di Twitter, Marx mengungkapkan, "Jika Anda berbicara tentang insiden di Minneapolis, saya tidak melihat sesuatu yang tidak masuk akal.

Baca juga: Pria Kulit Hitam George Floyd Tewas karena Lehernya Diinjak Polisi, Warga AS Demo Protes

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber USA Today
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X