Rumah Pembunuh George Floyd Dikepung, Polisi Tembak Selangkangan Massa

Kompas.com - 29/05/2020, 19:39 WIB
Seorang demonstran membawa papan bertuliskan kalimat protes, berhadapan dengan jajaran polisi yang mengamankan rumah Derek Chauvin, polisi Minneapolis yang dipecat setelah membunuh pria kulit hitam George Floyd. Foto diambil pada Rabu (27/5/2020). AP/JEFF WHEELERSeorang demonstran membawa papan bertuliskan kalimat protes, berhadapan dengan jajaran polisi yang mengamankan rumah Derek Chauvin, polisi Minneapolis yang dipecat setelah membunuh pria kulit hitam George Floyd. Foto diambil pada Rabu (27/5/2020).

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Sekitar 150 massa mengepung rumah Derek Chauvin, salah seorang polisi pembunuh pria kulit hitam, George Floyd, yang tewas diinjak lehernya.

Mereka mengepung rumah Chauvin hampir sepanjang hari, berhadapan dengan 95 polisi yang menjaga kediaman pria 44 tahun yang telah dipecat itu.

Chauvin sendiri belum terlihat kembali ke rumahnya sejak kasus pembunuhan ini tersebar luas.

Baca juga: Polisi Pembunuh George Floyd Sering Bermasalah, Ini Deretan Kasusnya

Ia merupakan polisi yang menindih leher Floyd dengan lututnya selama 8 menit saat korban tiarap. Floyd kala itu diamankan polisi atas tuduhan melakukan transaksi dengan uang palsu.

Laporan eksklusif dari Daily Mail mengabarkan, awalnya sekitar 20 polisi berjaga mengamankan barikade di luar rumah Chauvin, yang garasinya sudah ditulisi pakai cat merah bertuliskan "Bunuh Polisi Babi".

Massa sebagian besar adalah warga sipil, dan sangat gencar memaki polisi dengan kata-kata kotor.

Setelah beberapa menit diteriaki massa, polisi lalu memanggil bala bantuan. Sekitar 75 polisi anti huru-hara kemudian datang dengan peralatan lengkap.

Mereka membentuk barisan untuk menjaga rumah Chauvin dari amuk massa.

Baca juga: Karena Komentar Rasisnya atas Kematian George Floyd, Wali Kota Mississippi Diminta Mengundurkan Diri

Daily Mail melanjutkan, saat seorang demonstran mendekati polisi ia langsung ditembak peluru karet, dipukul di selangkangan hingga tersungkur ke tanah.

Selang beberapa menit kemudian Michael Kjnaas (25) mendekati barikade polisi dan yang lain menembakkan paintball (bola cat). Ia juga dipukul di pangkal paha lalu terjatuh.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X