Komentari Kematian Pria Kulit Hitam George Floyd, Wali Kota Mississippi Dikecam

Kompas.com - 29/05/2020, 13:37 WIB
Walikota Petal Hal Marx mengangkat tangannya dan menolak untuk mengundurkan diri pada pertemuan dewan khusus aldermen di Petal City Hall, Kamis, 28 Mei 2020, di Petal, Mississippi atas komentar yang dibuatnya di media sosial tentang kematian pria kulit hitam Minneapolis, George Floyd di tangan polisi. AP/Cam BonelliWalikota Petal Hal Marx mengangkat tangannya dan menolak untuk mengundurkan diri pada pertemuan dewan khusus aldermen di Petal City Hall, Kamis, 28 Mei 2020, di Petal, Mississippi atas komentar yang dibuatnya di media sosial tentang kematian pria kulit hitam Minneapolis, George Floyd di tangan polisi.

 

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wali kota Petal, Mississippi Hal Marx, dikecam akibat komentarnya tentang kematian pria kulit hitam, George Floyd di tangan polisi kulit putih di Amerika Serikat.

Di media sosial dia mengatakan, "Jika Anda bisa bicara, itu artinya Anda bisa bernapas."

Ucapannya itu mengarah pada rekaman video yang menunjukkan Floyd meminta polisi yang menahannya dan menginjak lehernya dengan lutut agar dilepaskan karena dia tidak bisa bernapas.

Di dalam rekaman itu Floyd tampak berkata, "Lututmu di leherku, aku tidak bisa bernapas, mama... mama..." pinta Floyd.

Tak lama, Floyd diam dan tak bergerak. Dia bahkan tak bergerak ketika petugas memintanya untuk bangun dan masuk ke dalam mobil. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Pria Kulit Hitam George Floyd Tewas karena Lehernya Diinjak Polisi, Warga AS Demo Protes

Hal Marx, sang wali kota Petal Mississippi mengunggah sebuah pernyataan dalam video yang diunggahnya di Twitter dan mendapat tanggapan kritik luas dari banyak pihak.

Di Twitter pada Selasa (26/5/2020) dia mengatakan, "Kenapa masih ada orang yang mau jadi petugas polisi di masyarakat kita hari ini?"

Menurut Marx, tidak ada hal yang tak masuk akal dari video yang menunjukkan peristiwa Floyd ditekan lehernya oleh lutut salah seorang polisi.

"Jika Anda berkata tidak bisa bernapas, itu artinya Anda masih bisa bernapas. Bisa jadi pria itu mati akibat overdosis atau serangan jantung," ungkap Marx yang menyatakan ucapannya tanpa bukti apa pun dan dia melanjutkan, "para petugas polisi tidak menahannya bernapas."

Baca juga: 1 Orang Tewas Tertembak Saat Protes Kematian George Floyd, Diduga Pencuri

Marx mendapat kritik tajam di sosial media

Pesepakbola Amerika untuk Indianapolis, Colts Javon Patterson berkata,  "Tahukah Anda, sebagai mantan penduduk Petal... ini benar-benar tidak enak dilihat. Apalagi tahu bahwa seorang pemimpin komunitas seperti Anda merasa benar bahkan mengunggah (hal seperti) ini. "

Halaman:

Sumber NBC News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X