Bersama Perancis, Italia dan Belgia Sepakat Tolak Hidroksiklorokuin untuk Covid-19

Kompas.com - 29/05/2020, 11:15 WIB
Ilustrasi obat, obat-obatan ShutterstockIlustrasi obat, obat-obatan

ROMA, KOMPAS.com - Bersama Perancis, Italia dan Belgia bergabung dengan Perancis untuk larang penggunaan hidroksiklorokuin yang kontroversial dalam merawat pasien Covid-19.

Pada Rabu (27/5/2020), sebagaimana dilansir Russian Today, Perancis mencabut keputusannya yang mengesahkan resep obat anti-malaria itu untuk merawat pasien dengan virus corona setelah keputusan dari badan kesehatan pemerintah Perancis.

Kini, badan kesehatan Belgia juga memperingatkan hal serupa, menolak penggunaan obat di luar uji klinis yang sedang berlangsung.

Baca juga: Uni Eropa Larang Penggunaan Hidroksiklorokuin untuk Covid-19

Otoritas kesehatan Italia juga menyimpulkan bahwa terlalu sedikit bukti yang ada yang mendukung penggunaan hidroksiklorokuin untuk pasien dengan virus corona.

Kurangnya bukti itu menunjukkan obat itu harus ditolak penggunaannya di luar uji klinis yang tengah berlangsung.

Badan Obat Italia (AIFA) juga mengutip bukti klinis baru tentang bukti penggunaan obat anti-malaria itu yang mengindikasikan peningkatan risiko untuk reaksi yang merugikan dengan sedikit atau bahkan tidak ada manfaat sama sekali.

Baca juga: WHO Tangguhkan Semua Percobaan Hidroksiklorokuin untuk Obat Covid-19

Pihak AIFA mengatakan bahwa pihak mereka tengah menunggu untuk mendapatkan lebih banyak bukti kuat dari uji klinis yang sedang berlangsung.

Baik uji klinis itu dilakukan di Italia dan di negara-negara lain di dunia. Keputusan itu dibuat untuk menangguhkan otorisasi penggunaannya di rumah sakit dan di rumah warga.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet tidak dapat mengonfirmasi manfaat dari hidroksiklorokuin sebagai pengobatan terhadap virus corona.

Baca juga: Trump Mengaku Tak lagi Konsumsi Obat Malaria Hidroksiklorokuin

 

Ditemukan bahwa mengonsumsi obat itu sebenarnya malah berkaitan dengan peningkatan risiko kematian pasien Covid-19 di rumah sakit.

Regulator farmasi Inggris juga mengatakan pada Rabu bahwa uji coba hidroksiklorokuin oleh Universitas Oxford telah "dihentikan" kurang dari seminggu setelah itu dimulai karena masalah keamanan.

Dikatakan pihak mereka, uji coba lain dari obat anti-malaria untuk pengobatan Covid-19 pun tetap dan sedang dikaji ulang.

Baca juga: Studi Baru: Klorokuin dan Hidroksiklorokuin Tak Menunjukkan Manfaat untuk Pasien Covid

Obat ini menjadi pengobatan kontroversial masif untuk virus corona setelah dipuji oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai obat mujarab yang potensial.

Trump bahkan mengatakan pada bulan ini bahwa dia menggunakan obat hidroksiklorokuin sebagai "tindakan pencegahan" terhadap infeksi.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber www.rt.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X