1 Orang Tewas Tertembak Saat Protes Kematian George Floyd, Diduga Pencuri

Kompas.com - 28/05/2020, 17:36 WIB
Seorang lelaki memegang plakat Stop Killing Black People ketika memprotes di dekat daerah tempat seorang petugas Kepolisian Minneapolis yang diduga membunuh George Floyd, pada 26 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat. AFP/KEREM YUCELSeorang lelaki memegang plakat Stop Killing Black People ketika memprotes di dekat daerah tempat seorang petugas Kepolisian Minneapolis yang diduga membunuh George Floyd, pada 26 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pria tewas akibat tembakan di depan toko perhiasan pada Rabu malam (27/5/2020) di tengah demonstrasi di Minneapolis Amerika Serikat yang protes terhadap kematian pria kulit hitam, George Floyd.

Kepolisian Minneapolis seperti yang diungkapkan oleh juru bicara departemen kepolisian John Elder pada rapat singkat Kamis (28/5/2020), menginvestigasi adanya laporan bahwa korban adalah seorang perampok yang ditembak mati oleh pemilik toko.

Pria yang tewas itu dilaporkan Elder ditemukan dalam kondisi memiliki bekas luka tembak di luar Toko Perhiasan Cadillac Pawn and Jewelry di East Lake Street dekat Bloomington Avenue sekitar pukul 9.25 sore waktu setempat.

Baca juga: Pria Kulit Hitam George Floyd Tewas karena Lehernya Diinjak Polisi, Warga AS Demo Protes

"Itu adalah salah satu teori yang sedang kami garap," kata Elder menanggapi pertanyaan seorang wartawan jika ada kepercayaan pada narasi bahwa pemilik menembak mati seorang perampok yang mencoba masuk ke tokonya.

"Seperti yang saya katakan, mayat itu ditemukan di luar. Dan kami memiliki beberapa skenario berbeda tentang apa yang mungkin terjadi,” kata Elder kepada wartawan.

Elder mengatakan polisi memiliki tersangka dalam tahanan dan bahwa insiden tersebut sedang diselidiki sebagai insiden pembunuhan.

Baca juga: Kasus Penembakan Pemuda Kulit Hitam, Kementerian Kehakiman AS Diminta Investigasi

Dia mencatat bahwa penembakan itu terjadi "dekat dengan daerah di mana protes berlangsung" atas kematian Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal dalam tahanan polisi.

George Floyd terlihat pada video viral yang tersebar dan menunjukkan seorang polisi kulit putih Minneapolis menekan lehernya dengan lutut. Floyd berteriak, "Aku tidak bisa bernapas" sebelum dia meninggal.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menanggapi kematian Floyd pada Rabu (27/5/2020) dengan mengatakan kematian pria itu adalah "peristiwa yang sangat menyedihkan".

Baca juga: Karena Hoaks, McDonalds Cabang Guangzhou, China, Larang Masuk Orang Kulit Hitam

Trump mengungkapkan empatinya terkait kematian Floyd selama perjalanannya ke Kennedy Space Center di mana dia diwawancarai oleh beberapa wartawan dan menurutnya, petugas polisi yang terlibat dalam kematian Floyd harus dipecat.

Di dalam kicauannya di Twitter, Trump mengatakan, "Atas permintaan saya, FBI dan Departemen Kehakiman sudah melakukan penyelidikan dengan baik,"

Dia juga menambahkan, “Saya telah meminta agar penyelidikan ini dipercepat dan sangat menghargai semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh penegak hukum setempat. Saya sampaikan belasungkawa pada keluarga dan teman George. Keadilan akan ditegakkan!"

Baca juga: Gadis Kulit Hitam Ini Tewas Ditembak Polisi di Kamar Tidurnya Sendiri


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X