"Di Rumah Kami Tidak Ada Idul Fitri, Ayah Ibu Tewas di Kecelakaan Pesawat"

Kompas.com - 25/05/2020, 14:37 WIB
Tim penyelamat melakukan pencarian jasad di puing-puing reruntuhan akibat kecelakan pesawat Pakistan International Airlines (PIA). Pesawat berjenis Airbus A320 ini jatuh di permukiman Karachi saat hendak mendarat pada Jumat (22/5/2020). Jumlah orang yang diangkut pesawat itu lebih dari 100 orang. REUTERS/AKHTAR SOOMROTim penyelamat melakukan pencarian jasad di puing-puing reruntuhan akibat kecelakan pesawat Pakistan International Airlines (PIA). Pesawat berjenis Airbus A320 ini jatuh di permukiman Karachi saat hendak mendarat pada Jumat (22/5/2020). Jumlah orang yang diangkut pesawat itu lebih dari 100 orang.

KARACHI, KOMPAS.com - Seorang anak dari korban tewas dalam kecelakaan Pakistan International Airlines menceritakan kisah pilu. Tidak ada Idul Fitri di rumahnya, karena kedua orangtuanya tewas dalam insiden itu.

Saat Fazal Rahmaan (80) dan istrinya, Wahida Rahmaan (74) naik pesawat dari Lahore, Pakistan, menuju Karachi pada Jumat (22/5/2020), kekhawatiran terbesar keluarga adalah mereka tertular virus corona.

Namun yang terjadi justru di luar perkiraan. Pasangan yang telah menikah selama 54 tahun itu termasuk di antara 97 korban tewas dalam kecelakaan pesawat Airbus A320 yang dioperasikan Pakistan International Airlines ( PIA).

Tragedi ini adalah kecelakaan transportasi udara terburuk di Pakistan sejak 2012.

Baca juga: Pesawat Airbus Jatuh di Pakistan, Bawa Lebih dari 100 Penumpang

"Kami banyak berunding dengan dokter dan keluarga... Harapan terbesar kami adalah perjalanan mereka aman," kata putra mereka, Inam Ur Rahmaan dikutip dari Reuters.

"Aku langsung mengendarai mobilku mengikuti asap dan ambulans," kata Rahmaan.

"Ketika aku melihat lokasi kejadian, aku menyadari akan menjadi keajaiban jika mereka selamat."

Ada dua orang selamat dari pesawat itu, dan sementara ini tidak ada korban jiwa dari permukiman yang berbatasan dengan tepi timur Bandara Internasional Jinnah, lokasi jatuhnya pesawat PIA.

Baca juga: Pesawat Pakistan Jatuh di Permukiman, Warga Mendengar Ledakan Besar

Puluhan rumah hancur dihantam burung besi itu, membuat jaringan kabel listrik terputus. Sayap pesawat ditemukan di sisi salah satu rumah, dan sebuah mesin tergeletak di dekatnya.

Bahan bakar jet membakar puing-puing pesawat maupun rumah dan kendaraan penduduk. Asap hitam mengepul ke udara, kata seorang saksi mata yang dikutip Reuters.

Halaman:

Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X