Pakar Kesehatan Hong Kong Peringatkan Fase New Normal: Harus Terbiasa Berdampingan dengan Virus Corona

Kompas.com - 18/05/2020, 12:14 WIB
Warga Hong Kong tengah menggunakan masker di Hong Kong International Airport. SCMP / Winson WongWarga Hong Kong tengah menggunakan masker di Hong Kong International Airport.

 

HONG KONG, KOMPAS.com - Hong Kong masih menerapkan aturan ketat jaga jarak sosial atau social distancing di tengah fase new normal.

Termasuk membatasi pertemuan publik dengan maksimal 8 orang selama dua pekan ke depan mengingat klaster infeksi lokal baru dari sumber yang tidak diketahui.

Namun, pihak otoritas mungkin akan mengizinkan beberapa pelonggaran aturan seperti pertemuan besar kegiatan agama, dengan tidak mengizinkan mereka makan atau pun minum selama acara.

Dilansir SCMP, pemerintah Hong Kong sebelumnya juga memberikan pengecualian soal pemakaman dan mengizinkan hingga 50 orang untuk bisa menghadiri pernikahan.

Kegiatan publik lain juga bisa dibuka kembali selama tindakan pencegahan dilakukan dan diamati.

Tempat karaoke juga bisa dibuka kembali selama orang-orang menggunakan masker saat bernyanyi dan mikrofon selalu didisinfektan setelah digunakan.

8 tipe bisnis lainnya seperti bioskop, gym, tempat bermain Mahyong dan klinik kecantikan bahkan sudah dibuka sejak 8 Mei lalu dengan berbagai kondisi ketat.

Baca juga: Es Krim Rasa Gas Air Mata di Hong Kong

Profesor Sophia Chan Siu Chee memperingatkan warga Hong Kong bahwa mereka mungkin harus terbiasa hidup 'berdampingan' dengan virus corona.

"Sebagai seorang pakar, saya memperkirakan virus corona tidak akan hilang begitu saja dan masih menjadi endemi. Hong Kong harus mempertimbangkan ulang bagaimana caranya melakukan new normal," ujar Chan dalam acara program di salah satu radio.

Sejauh ini, dalam 23 hari terakhir, Hong Kongn memang tidak memiliki catatan penularan lokal sampai pekan lalu, sepasang suami-istri dan satu dari cucu perempuan mereka positif terjangkit Covid-19

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Global
Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Global
Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Global
3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

Global
Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Global
Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Global
Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Global
Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Global
Culik dan Perkosa 4 Wanita, Produser Film Hollywood Ditangkap

Culik dan Perkosa 4 Wanita, Produser Film Hollywood Ditangkap

Global
Perancis: Sekularisme, Kartun Nabi Muhammad, dan Sikap Presiden Macron

Perancis: Sekularisme, Kartun Nabi Muhammad, dan Sikap Presiden Macron

Global
Perang Mendekati Wilayah Armenia, Yerevan Minta Bantuan Rusia

Perang Mendekati Wilayah Armenia, Yerevan Minta Bantuan Rusia

Global
[Cerita Dunia] Martin Luther Mungkin Tidak Memaku 95 Dalilnya di Pintu Gereja

[Cerita Dunia] Martin Luther Mungkin Tidak Memaku 95 Dalilnya di Pintu Gereja

Global
Pemerintah Italia Dituduh Datangkan Tersangka Pembunuhan di Gereja Perancis

Pemerintah Italia Dituduh Datangkan Tersangka Pembunuhan di Gereja Perancis

Global
Kisah di Balik Foto Viral Penyu Acungkan 'Jari Tengah' ke Penyelam

Kisah di Balik Foto Viral Penyu Acungkan "Jari Tengah" ke Penyelam

Global
Nenek 90 Tahun Diperkosa 2 Pria, Pelaku Paksa Masuk Rumah Tengah Malam

Nenek 90 Tahun Diperkosa 2 Pria, Pelaku Paksa Masuk Rumah Tengah Malam

Global
komentar
Close Ads X