Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: Nol Kasus Baru di Wuhan dalam 6 Hari Beruntun

Kompas.com - 30/03/2020, 19:05 WIB
Warga berjalan memakai masker di jalanan yang masih dipasang pagar pembatas di Wuhan, China, 30 Maret 2020. Warga Wuhan bersiap memulai kembali aktivitasnya setelah lockdown dua bulan. ROMAN PILIPEY/EPA-EFEWarga berjalan memakai masker di jalanan yang masih dipasang pagar pembatas di Wuhan, China, 30 Maret 2020. Warga Wuhan bersiap memulai kembali aktivitasnya setelah lockdown dua bulan.

WUHAN, KOMPAS,com - Jelang dibukanya lockdown pada 8 April mendatang, Wuhan mengumumkan kabar baik berupa nol kasus baru selama 6 hari beruntun.

Warga Wuhan pun bersiap memulai kembali aktivitasnya termasuk membuka tempat usahanya lagi, setelah 2 bulan menjalani kehidupan di masa lockdown.

Dari pantauan jurnalis Reuters, terlihat pegawai memakai masker saat menyambut pelanggan di pintu masuk Wuhan International Plaza yang dibuka lagi.

Baca juga: Wuhan Bersiap Cabut Lockdown, Kereta Bawah Tanah Mulai Beroperasi

Mal tersebut adalah rumah bagi toko busana bermerek mewah seperti Cartier dan Louis Vuitton.

Pengunjung mengantre dengan jarak 1 sampai 1,5 meter antarindividu untuk pemeriksaan suhu tubuh di Wuhan International Plaza.

Mereka juga menunjukkan "kode hijau" di ponsel yang membuktikan mereka sehat.

Baca juga: Penjual Udang di Pasar Seafood Wuhan Mungkin adalah Pasien Nol Virus Corona

"Wuhan International Plaza adalah ciri khas (kota)," kata Zhang Yu.

"Jadi pembukaan kembali benar-benar membuat saya merasa kota ini hidup lagi," ungkap warga berusia 29 tahun itu.

Kompleks ritel dan jalan-jalan pertokoan pun mulai dibuka lagi.

Produsen mobil listrik Tesla Inc. juga membuka kembali showroom di Wuhan, kata seorang eksekutif perusahaan di Weibo.

Baca juga: Dokter di Wuhan: Belum Ada Bukti Pasien Sembuh Bisa Tularkan Virus Corona Lagi

"Bisa sehat dan meninggalkan rumah, dan bertemu dengan rekan kerja lain yang juga sehat adalah hal yang sangat membahagiakan," kata Wang Xueman, seorang penjual kosmetik.

Kemudian di provinsi Hubei, pihak berwenang mengatakan 4,6 juta orang kembali bekerja pada Sabtu. Sebanyak 2,8 juta di antaranya menuju bagian lain dari China.

Sebagian pekerja migran berangkat ke selatan provinsi Guangdong dan Fujian, timur provinsi Zhejiang dan Jiangsu, serta China timur laut.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Penjual Udang di Wuhan Pasien Nol Virus Corona | Menkes Inggris Terpapar Covid-19

Sementara itu di China secara keseluruhan, penurunan jumlah kasus terjadi di hari keempat setelah pembatasan kedatangan internasional di bandara.

31 kasus baru pada Minggu (29/3/2020) termasuk 1 kasus lokal, turun dari 45 kasus di hari sebelumnya, kata Komisi Kesehatan Nasional.

Ketika jumlah kasus turun, para pembuat kebijakan berjuang merevitalisasi ekonomi yang hampir lumpuh akibat lockdown 2 bulan.

Pemerintah mendorong bisnis dan pabrik buka lagi, demi memacu kebangkitan ekonomi yang telah mati suri selama 2 bulan terakhir.

Baca juga: Update Covid-19 di Asia: Wuhan Mulai Hidup Lagi | Brunei Umumkan Kematian Pertama

Waspada kasus impor

Meski jumlah kasus terun menurun, tetapi pemerintah China tetap mewaspadai gelombang kedua virus corona yang berasal dari kasus impor.

Kebanyakan di antara kasus impor adalah pelajar China yang pulang dari luar negeri.

Negeri "Tirai Bambu" memangkas jumlah penerbangan internasional secara besar-besaran mulai Minggu (29/3/2020) untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga: Virus Corona, China Bakal Cabut Lockdown Wuhan pada 8 April

Imbasnya, rata-rata kedatangan harian di bandara minggu ini sekitar 4.000 orang, turun dari 25.000 penumpang minggu sebelumnya.

Data tersebut diungkapkan oleh seorang petinggi Administrasi Penerbangan Sipil China pada konferensi pers di Beijing, Senin (30/3/2020).

Pembukaan kembali tempat kerja juga memicu kekhawatiran tentang kemungkinan kasus infeksi lokal.

Baca juga: Cerita Pengalaman Relawan Menjalani Uji Coba Vaksin Corona di Wuhan

Sebab para carrier yang tidak menunjukkan gejala atau sangat minim gejala, justru bisa menularkan virus.

Bagian barat laut provinsi Gansu melaporkan kasus baru, yaitu seorang pendatang dari provinsi Hubei yang bisa melakukan perjalanan pulang berkat "kode sehat".

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] G4, Flu Babi Jenis Baru | Kanye West Ingin Jadi Presiden AS

[KABAR DUNIA SEPEKAN] G4, Flu Babi Jenis Baru | Kanye West Ingin Jadi Presiden AS

Global
TKP Pembunuhan Somerset 1789 Konon Dihuni Hantu Pemarah, Ini Kesaksian Warga

TKP Pembunuhan Somerset 1789 Konon Dihuni Hantu Pemarah, Ini Kesaksian Warga

Global
Restoran Indonesia di Jerman Ini Manfaatkan Bahan Makanan yang Sering Terbuang Percuma

Restoran Indonesia di Jerman Ini Manfaatkan Bahan Makanan yang Sering Terbuang Percuma

Global
Gara-gara Ukuran Payudara, Pengantin Wanita Depak Adiknya dari Bridesmaid

Gara-gara Ukuran Payudara, Pengantin Wanita Depak Adiknya dari Bridesmaid

Global
Kanye West Sudah 3 Kali Bilang Ingin Jadi Presiden AS

Kanye West Sudah 3 Kali Bilang Ingin Jadi Presiden AS

Global
Unik, Jelang Ujian Bocah SD 'Basuh' Kepala dengan Materi di Buku Pelajaran

Unik, Jelang Ujian Bocah SD "Basuh" Kepala dengan Materi di Buku Pelajaran

Global
Media Korut Minta Rakyat Ikuti Perintah Kim Jong Un Hadapi Covid-19

Media Korut Minta Rakyat Ikuti Perintah Kim Jong Un Hadapi Covid-19

Global
Strain 96,2 Persen Mirip Covid-19 Ditemukan di Tambang China pada 2013

Strain 96,2 Persen Mirip Covid-19 Ditemukan di Tambang China pada 2013

Global
China minta Spanyol Juga Diselidiki soal Asal Usul Covid-19

China minta Spanyol Juga Diselidiki soal Asal Usul Covid-19

Global
Jika Israel Caplok Tepi Barat, Palestina Peringatkan Bakal Ada Intifada

Jika Israel Caplok Tepi Barat, Palestina Peringatkan Bakal Ada Intifada

Global
Penumpang Bandel Pakai Masker Asal-asalan, Operator Imbau dengan Bau Badan

Penumpang Bandel Pakai Masker Asal-asalan, Operator Imbau dengan Bau Badan

Global
Di Tengah Krisis Kemanusiaan, Ribuan Warga AS Tak Bisa Pulang dari Yaman

Di Tengah Krisis Kemanusiaan, Ribuan Warga AS Tak Bisa Pulang dari Yaman

Global
Seret Orang yang Lagi Mandi saat Gusur Rumah, 4 Polisi Diskors

Seret Orang yang Lagi Mandi saat Gusur Rumah, 4 Polisi Diskors

Global
Jika Kanye West Serius Ingin Jadi Presiden AS, Ini Langkah yang Harus Ditempuh

Jika Kanye West Serius Ingin Jadi Presiden AS, Ini Langkah yang Harus Ditempuh

Global
Zona Hijau Diserang, Rudal Hampir Hantam Kedubes AS di Irak

Zona Hijau Diserang, Rudal Hampir Hantam Kedubes AS di Irak

Global
komentar
Close Ads X