Penjual Udang di Pasar Seafood Wuhan Mungkin adalah "Pasien Nol" Virus Corona

Kompas.com - 28/03/2020, 13:43 WIB
Petugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu. AFP/HECTOR RETAMALPetugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu.

WUHAN, KOMPAS.com - Seorang penjual udang di Pasar Seafood Huanan, Wuhan, China, kemungkinan merupakan "pasien nol" dari wabah virus corona.

Berdasarkan pemberitaan Wall Street Journal, pasien itu disebut merupakan perempuan berusia 57 tahun yang bernama Wei Guixian.

Dikutip New York Post Jumat (27/3/2020), Wei bisa jadi merupakan orang pertama dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan yang terinfeksi virus corona.

Baca juga: Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

WSJ mengulas harian lokal China, The Paper, dan menceritakan awalnya Wei bekerja seperti biasa pada 10 Desember saat mengalami gejala demam.

Merasa tidak enak badan, dia segera memeriksakan diri ke klinik terdekat dan kembali bekerja. Di saat itulah, dia diyakini menyebarkan virus itu.

"Saya merasa lelah. Tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Wei. "Setiap musim dingin, saya selalu menderita flu. Jadi saya kira ini hal biasa," lanjut dia.

Dia kemudian mengunjungi lagi klinik itu pada 11 Desember, dan menerima suntikan. Tapi karena masih belum sembuh, dia pergi ke Rumah Sakit Nomor 11 Wuhan.

Di rumah sakit, ternyata dokter tidak mampu mendeskripsikan sakit apa sebenarnya Wei. Jadi, mereka hanya sebatas memberikan pil.

Segera setelah memeriksakan diri ke rumah sakit, perempuan yang diyakini adalah "pasien nol" itu merasa kondisinya makin memburuk.

Baca juga: Penelusuran Pasien Nol Virus Corona Mengarah ke Kasus 17 November

"Saya tidak nyaman. Rasanya seperti tidak punya tenaga," paparnya. Jadi, dia mencoba mendapat opini kedua di Rumah Sakit Persatuan Wuhan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Al-Aqsa, Titik Pertikaian Panjang Palestina-Israel

Masjid Al-Aqsa, Titik Pertikaian Panjang Palestina-Israel

Global
Tuduhan Trump Bayar Uang Tutup Mulut ke Bintang Porno di Pilpres AS 2016 Ditutup

Tuduhan Trump Bayar Uang Tutup Mulut ke Bintang Porno di Pilpres AS 2016 Ditutup

Global
Bayi di Filipina Diberi Nama Ghlynnyl Hylhyr Yzzyghyl, Ini Alasannya

Bayi di Filipina Diberi Nama Ghlynnyl Hylhyr Yzzyghyl, Ini Alasannya

Global
Panjang Daftar Tunggu Tempat Tidur Setiap RS India Capai 75 Nama, Dokter Mengaku Hancur

Panjang Daftar Tunggu Tempat Tidur Setiap RS India Capai 75 Nama, Dokter Mengaku Hancur

Global
Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, 136 Orang Terluka

Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, 136 Orang Terluka

Global
Vaksin Covid-19 Sinopharm Asal China Dapat Persetujuan WHO

Vaksin Covid-19 Sinopharm Asal China Dapat Persetujuan WHO

Global
Populer Global: Nenek Menang Lotre Rp 400 Miliar | Penyebab Buruknya Tsunami Covid-19 di India

Populer Global: Nenek Menang Lotre Rp 400 Miliar | Penyebab Buruknya Tsunami Covid-19 di India

Global
Blue Book Uni Eropa-ASEAN 2021 Tandai Kerja Sama 44 Tahun

Blue Book Uni Eropa-ASEAN 2021 Tandai Kerja Sama 44 Tahun

Global
Biografi Tokoh Dunia: Abu Nawas, Penyair Tersohor Arab yang Kontroversial

Biografi Tokoh Dunia: Abu Nawas, Penyair Tersohor Arab yang Kontroversial

Internasional
Koran Perancis Ungkap Perusahaan Energi Total “Danai” Junta Militer Myanmar

Koran Perancis Ungkap Perusahaan Energi Total “Danai” Junta Militer Myanmar

Global
Afrika Berpotensi Jadi Medan Perang AS-China, Kenapa?

Afrika Berpotensi Jadi Medan Perang AS-China, Kenapa?

Global
Korea Utara Disebut Mau Melucuti Senjata Nuklirnya, Asalkan…

Korea Utara Disebut Mau Melucuti Senjata Nuklirnya, Asalkan…

Global
3 Teka-teki Kematian Misterius yang Masih Belum Terpecahkan

3 Teka-teki Kematian Misterius yang Masih Belum Terpecahkan

Global
Baru Berusia 10 Tahun, Gadis Ini Hafal Ibu Kota dan Mata Uang 196 Negara

Baru Berusia 10 Tahun, Gadis Ini Hafal Ibu Kota dan Mata Uang 196 Negara

Global
25 Tewas saat Polisi Brasil Gerebek Pengedar Narkoba, PBB Prihatin

25 Tewas saat Polisi Brasil Gerebek Pengedar Narkoba, PBB Prihatin

Global
komentar
Close Ads X