Uni Eropa: Pemulihan dari Covid-19 Harus demi Kebaikan Lingkungan

Kompas.com - 28/03/2020, 13:00 WIB
Uni Eropa ShutterstockUni Eropa

BRUSSELS, KOMPAS.com - Para pemimpin Uni Eropa sepakat, rencana pemulihan ekonomi dari wabah virus corona harus bertujuan untuk memerangi perubahan iklim.

Kesepakatan ini dilakukan dalam konferensi video 6 jam, yang dilakukan 27 pemimpin Uni Eropa pada Kamis malam (26/3/2020).

Meski rincian dari rencana ini belum dicantumkan, tapi sebuah pernyataan mengatakan telah ada kesepakatan untuk melakukan "transisi hijau".

Baca juga: Cegah Virus Corona, Begini Cara Sterilkan Kabin Mobil

Frasa "transisi hijau" dipakai Uni Eropa untuk menggambarkan tujuan mengurangi emisi yang membuat suhu bumi naik.

Komisi Eksekutif Uni Eropa meminta 27 negara anggotanya menghadiri pertemuan pada Juni, untuk membahas rencana pembuatan blok gas rumah kaca netral pada 2050.

Investor dan kelompok lingkungan kini mencari jaminan, bahwa ketika kejatuhan ekonomi akibat virus corona menyedot dana dan energi politik, Brussels tidak melupakan tujuan mencegah perubahan iklimnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Beasiswa S2 Prodi Agama dan Lintas Budaya UGM, IPK Mulai dari 2,5

Dilansir dari Reuters, Polandia telah memperingatkan pandemi Covid-19 akan membuat target iklim Uni Eropa lebih sulit dijangkau.

Koalisi global dari 300 lebih kelompok kampanye perubahan iklim, pada Kamis mendesak pemerintah untuk menggunakan paket penyelamatan ekonomi Covid-19, untuk mempercepat transisi ke masa depan rendah karbon.

"Pilihan yang dibuat sekarang akan membentuk masyarakat kita selama bertahun-tahun, jika tidak beberapa dekade yang akan datang," kata May Boeve, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Penangguhan Cicilan Kredit, OJK: Untuk Leasing Kami Sedang Finalisasi Produk Hukumnya

Boeve adalah direktur eksekutif 350.org, kelompok kampanye iklim global dari kampus-kampus perguruan tinggi AS.

Dengan pemerintah mengalirkan uang ke sektor perekonomian yang tak terlihat sejak Perang Dunia II, banyak politisi, ekonom, dan juru kampanye mengatakan langkah-langkah itu harus digunakan untuk menurunkan suhu bumi.

Di antaranya adalah mempercepat pergeseran dari batu bara, minyak, dan gas.

Baca juga: Hasil Belajar di Rumah, Murid SMK Demak Sumbang Masker Buatan Sendiri

Andrew Parry, kepala investasi berkelanjutan di Newton Investment Management, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 menunjukkan pemerintah bisa bertindak sebagai respons terhadap krisis.

"Walaupun reaksi pihak berwenang benar dengan membatasi kejatuhan sosial dari krisis saat ini, tetap saja harus ada kesempatan untuk mengamankan masa depan yang lebih sehat dan lebih tangguh bagi lingkungan, yang tidak boleh dilewatkan," tegasnya.

Baca juga: Mengapa Isolasi dan Karantina Penting untuk Cegah Penyebaran Corona?


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

6 Eksperimen Ilmiah Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia

Internasional
Kota di Belgia Namai Jalannya dari Pekerja Seks Nigeria, Seperti Apa Kisahnya?

Kota di Belgia Namai Jalannya dari Pekerja Seks Nigeria, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelaku Penembakan Kampus Rusia yang Tewaskan 6 Orang Bermimpi Bunuh Banyak Orang

Pelaku Penembakan Kampus Rusia yang Tewaskan 6 Orang Bermimpi Bunuh Banyak Orang

Global
Taliban Janji Murid Putri SMP Bisa Kembali ke Sekolah, asalkan...

Taliban Janji Murid Putri SMP Bisa Kembali ke Sekolah, asalkan...

Global
Gunung di Pulau La Palma Spanyol Meletus, 5.000 Warga Mengungsi

Gunung di Pulau La Palma Spanyol Meletus, 5.000 Warga Mengungsi

Global
Perancis 'Ngambek' Kontrak Kapal Selam Dibatalkan Sepihak, Ini Kata Australia

Perancis "Ngambek" Kontrak Kapal Selam Dibatalkan Sepihak, Ini Kata Australia

Global
Vietnam Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

Vietnam Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Kuba

Global
Gara-gara Kembarannya Dukun Gadungan, Pria Ini 9 Tahun Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi

Gara-gara Kembarannya Dukun Gadungan, Pria Ini 9 Tahun Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi

Global
Kisah Brenda Spencer, Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang karena Benci Hari Senin

Kisah Brenda Spencer, Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang karena Benci Hari Senin

Global
Taliban Sita Rp 177,2 Miliar dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Taliban Sita Rp 177,2 Miliar dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Global
Rusia Gelar Latihan Militer Gabungan Bareng AS dan NATO

Rusia Gelar Latihan Militer Gabungan Bareng AS dan NATO

Global
Pemilu Jerman: Calon Kuat Pengganti Angela Merkel Terjerat Kasus Pencucian Uang

Pemilu Jerman: Calon Kuat Pengganti Angela Merkel Terjerat Kasus Pencucian Uang

Global
Tak Ingat Namanya Sendiri, Wanita yang Fasih Bahasa Inggris Ini Ditemukan di Kroasia

Tak Ingat Namanya Sendiri, Wanita yang Fasih Bahasa Inggris Ini Ditemukan di Kroasia

Global
Pekerjaan Rumah Indonesia Masih Besar dalam Transisi Energi

Pekerjaan Rumah Indonesia Masih Besar dalam Transisi Energi

Global
Saat Taliban Bermain Bebek-bebekan di Taman Bermain Air Afghanistan...

Saat Taliban Bermain Bebek-bebekan di Taman Bermain Air Afghanistan...

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.