Korea Utara Tes Peluncur Roket "Super Besar", Korsel Mengecam

Kompas.com - 30/03/2020, 15:14 WIB
Gambar yang dirilis oleh media Korea Utara, KCNA, pada 28 Maret 2020 menunjukkan benda yang diklaim sebagai peluncur roket ganda super besar. Korea Utara kembali melaksanakan tes senjata di tengah wabah virus corona. KCNA via REUTERSGambar yang dirilis oleh media Korea Utara, KCNA, pada 28 Maret 2020 menunjukkan benda yang diklaim sebagai peluncur roket ganda super besar. Korea Utara kembali melaksanakan tes senjata di tengah wabah virus corona.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara memuji uji coba peluncur roket "super besar" mereka, dengan tetangga Korea Selatan ( Korsel) mengecam karena tes itu digelar di tengah virus corona.

Pada Minggu (29/3/2020), Korsel menyatakan dua proyektil, kemungkinan rudal balistik, ditembakkan dari kota pelabuhan Korut, Wonsan.

Dilansir BBC Senin (30/3/2020), militer Korea Selatan menerangkan dua proyektil itu melaju sejauh 410 km dan jatuh di Laut Jepang, atau Laut Timur.

Baca juga: Di Tengah Wabah Corona, Korea Utara Masih Lakukan Uji Coba Rudal

Dalam pemberitaan media resmi Korea Utara KCNA, mereka sukses menguji coba peluncur roket ganda "super besar", dan menjadi tes keempat sepanjang Maret ini.

Klaim itu diperkuat harian Rodong Sinmun, yang mempublikasikan kendaraan peluncur dengan enam tabung, menembakkan proyektil ke sebuah pulau.

Peneliti senior dari James Martin Centre for Nonproliferation Studies menyatakan, Maret ini merupakan merupakan bulan terproduktif Pyongyang untuk menggelar tes.

"Kali terakhir kita melihat tes sesering ini adalah pada 2016 dan 2017. Tahun-tahun penting bagi program rudal Korut," jelas Shea Cotton di Twitter.

Yang menarik, latihan ini tidak diawasi oleh Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un. Uji coba itu hanya dipimpin Wakil Ketua Partai Buruh Ri Pyong Chol.

Terakhir kali Kim absen adalah Oktober 2019 saat latihan rudal balistik dari kapal selam. Beberapa hari sebelum pertemuan Korut dan AS di Stockholm, Swedia.

Go Myong-hyun, analis di Asan Institute for Policy Studies, menyatakan bahwa negara komunis tersebut berusaha menurunkan dampak dari tes.

Baca juga: Awasi Latihan Korea Utara, Kim Jong Un Tak Pakai Masker di Tengah Wabah Virus Corona

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber BBC,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X