Jaga Tempat Suci Syiah di Damaskus, Anggota Senior Garda Revolusi Iran Tewas

Kompas.com - 08/03/2020, 04:38 WIB
Pengungsi Suriah melempari polisi Yunani dengan batu di Pazarkule, perbatasan Turki-Yunani dekat Edirne, Turki, Senin (2/3/2020). CANSU ALKAYA/REUTERSPengungsi Suriah melempari polisi Yunani dengan batu di Pazarkule, perbatasan Turki-Yunani dekat Edirne, Turki, Senin (2/3/2020).

DAMASKUS, KOMPAS.com - Seorang anggota senior Garda Revolusi Iran, Farhad Dabirian dinyatakan tewas di Suriah pada Jumat (06/03/2020).

Laporan ini diberikan oleh Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris dan rutin melaporkan situasi peperangan di Suriah.

Menurut Fars News, media yang dekat dengan Garda Revolusi Iran, Dabirian saat itu sedang menjaga tempat suci Sayida Zainab di bagian Selatan Damaskus, Suriah.

Dabirian dulunya seorang pimpinan Garda di Palmyra, sebuah kota kuno di pusat Suriah.
Para garda dan grup perwakilan Syiah dari berbagai negara termasuk Pakistan, Afghanistan, Irak dan Libanon sama-sama berjuang bersama pemerintah Bashar al-Assad dalam perang Suriah yang telah berlangsung selama sembilan tahun.

Saat ini kondisi di Suriah khususnya di Idlib cukup tenang berkat adanya gencatan senjata antara Turki-Rusia.

Baca juga: Serangan Rusia Tewaskan 15 Warga Sipil di Barat Laut Suriah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memperingatkan pemerintah Suriah untuk mundur jika tidak ingin 'tewas terpenggal'.

Setelah enam jam berbincang dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Erdogan dengan murung mengumumkan adanya persetujuan yang memperkuat keuntungan teritorial pasukan Suriah yang didukung Rusia atas pemberontak yang didukung Turki.

Sejak kembali dari Rusia, Erdogan menyatakan kesepakatannya dengan Putin akan dilihat tergantung dari stabilitas di Idlib dan bagaimana perlindungan kepada warga sipil yang kebanyakan kini menjadi pengungsi di Turki sebanyak hampir satu juta orang dalam waktu tiga bulan.

"Gencatan senjata ini membawa kemajuan penting," ungkap Erdogan.

Jika gencatan senjata dipertahankan, memang akan menahan kemajuan pasukan yang setia kepada pemerintah Bashar al-Assad.

Baca juga: Gencatan Senjata Rusia-Turki di Idlib: Assad Ungkap Terima Kasih kepada Putin

 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.