Setelah 9 Tahun 'Mati', Futaba Hidup Lagi demi Olimpiade

Kompas.com - 06/03/2020, 11:48 WIB
Kendaraan melintas di Futaba pada Rabu (4/3/2020). Futaba sempat ditutup selama 9 tahun setelah tiga reaktor nuklir Fukushima Daiichi jatuh dan mengeluarkan radiasi ke angkasa, akibat gempa bumi berkekuatan 9 magnitudo menghantam Jepang 11 Maret 2011. Koji Ito/The Yomiuri ShimbunKendaraan melintas di Futaba pada Rabu (4/3/2020). Futaba sempat ditutup selama 9 tahun setelah tiga reaktor nuklir Fukushima Daiichi jatuh dan mengeluarkan radiasi ke angkasa, akibat gempa bumi berkekuatan 9 magnitudo menghantam Jepang 11 Maret 2011.

Namun mereka juga sadar, kekhawatiran tentang radiasi di sana dapat menghambat keinginan para warga Futaba terdahulu untuk melakukannya.

Laporan dari The Japan Times menyebutkan, penduduk Futaba telah membangun kehidupan baru di tempat lain setelah dievakuasi.

Di antara mereka hanya 10 persen yang mengatakan ingin kembali ke Futaba.

Futaba ditutup dalam rangka evakuasi, setelah bencana di pembangkit nuklir Fukushima Daiichi terjadi pada 11 Maret 2011.

Saat itu, gempa bumi Tohoku berkekuatan 9,1 magnitudo memicu keruntuhan tiga reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi.

Baca juga: Otoritas Fukushima Pastikan Pawai Obor Olimpiade Aman dari Ancaman Radiasi

Pemerintah Jepang langsung memerintahkan evakuasi dilakukan sampai radius 20 kilometer dari lokasi pembangkit listrik.

Evakuasi langsung dilakukan saat itu juga setelah radiasi dalam jumlah besar terangkat ke atmosfer.

Akibatnya, 7.000 penduduk Futaba harus mengungsi dari rumah mereka.

Pemerintah juga menerapkan larangan masuk ke Futaba, kota yang terletak sekitar 4 kilometer dari pembangkit nuklir yang hancur.

Dua kota lain juga dibuka lagi

Pecabutan larangan masuk juga diterapkan di kota Okuma pada Rabu kemarin dan Tomioka pada 10 Maret mendatang.

Futaba, Okuma, dan Tomioka adalah tiga dari tujuh kota yang ditetapkan pemerintah sebagai "zona sulit kembali" setelah insiden nuklir terjadi.

Para petinggi Jepang pada Januari lalu bertemu untuk membahas pembukaan kembali kota-kota.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan, dia berharap pemulihan di prefektur akan dipercepat untuk mengantisipasi masuknya pengunjung ke Olimpiade.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Hingga Kini Tak Ada Kata Penundaan atau Pembatalan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X