Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/12/2022, 16:08 WIB

KOMPAS.com - Steak ialah olahan makanan yang dimasak denga cara dipanggang. Protein yang biasa digunakan untuk membuat steak ialah daging sapi, akan tetapi tak jarang juga ditemukan olahan steak dari daging ikan ataupun ayam.

Daging sapi yang digunakan untuk membuat steak ialah bagian daging tanpa tulang yang dipotong lebar dan sedikit tebal.

Cara mengolah daging sapi untuk membuat steak pun harus benar supaya hasil olahan steak tidak alot.

Executive Chef of APREZ Catering Stefu Santoso mengatakan setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan daging sapi untuk sajian steak menjadi alot.

Baca juga:

1. Pemilihan jenis daging

Saat memilih daging untuk steak pastikan kualitasnya masih bagus dan potongan yang diambil sudah tepat.

Stefu mengatakan ada banyak jenis daging yang digunakan untuk steak, seperti grain fed, grass fed, wagyu, grain fed 120 hari, grain fed 200 hari, dan grain fed 300 hari.

"Ada harga ada kualitas, perbedaannya dapat dilihat dari merk yang digunakan, jenis pakan ternak, serta usia ternak," kata Stefu saat ditemui oleh Kompas.com di Hotel Raffles Jakarta pada Rabu (23/11/2022).

Preferensi pemilihan jenis daging untuk steak bagi tiap orang berbeda-beda, cara memilih daging steak yang tepat dapat dimulai dari menentuka jenis steak yang disukai.

"Kalau sukanya makan berlemak, pilih bagian rib eye, karena kandungan lemak di dalam daging rib eye cukup banyak," kata Stefu.

Sedangkan bila tidak suka makanan berlemak dapat memilih bagian tenderloin, hal ini karena bagian tenderloin tidak mengandung banyak lemak.

"Biasanya orang yang diet memilih bagian tenderloin, jadi disesuaikan dengan kebutuhan," katanya. 

Sejalan dengan Stefu, Chef di Abuba Steak House Canang  juga mengatakan bahwa kualitas daging yang digunakan menentukan hasil akhir yang diperoleh.

"Kualitas daging yang bagus dapat dilihat dari kuantitas marbling-nya," kata Canang saat dihubungi oleh Kompas.com melalui sambungan telepon pada Rabu (7/12/2022).

Menurut Canang, tidak semua bagian daging sapi bisa dibuat menjadi olahan steak. Beberapa potongan daging yang biasa digunakan seperti bagian sirloin, tenderloin, dan T Bone.

Baca juga:

2. Cara memasak daging

Stefu mengatakan saat memasak steak pastikan cara memasaknya sudah benar supaya hasilnya tidak alot.

"Biasanya daging yang alot itu karena dagingnya overcook, karena terlalu matang jadi teksturnya keras," katanya.

Tidak hanya itu, penyebab steak alot juga bisa disebabkan oleh cara potong daging steak yang salah. Menurut Canang, supaya daging steak tidak alot sebaiknya daging dipotong berlawanan dengan arah serat.

"Ada beberapa bagian dari daging yang harus diketahui cara masak yang benar," kata Canang.

Contohnya saat mengolah daging sirloin untuk steak. Canang mengatakan daging bagian sirloin tidak harus direbus terlebih dahulu karena bagian sirloin mengandung lemak. 

"Jadi kalau sirloin direbus akan menghasilkan bagian daging yang alot," pungkas Canang.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+