Ketupat Sumpil, Simbol Hubungan Tuhan dan Manusia dalam Perayaan Maulid Nabi

Kompas.com - 29/10/2020, 14:32 WIB
Gunungan Sumpil saat diarak oleh warga, Minggu (7/5/2017). Kontributor Kendal, Slamet PriyatinGunungan Sumpil saat diarak oleh warga, Minggu (7/5/2017).


KOMPAS.com – Sumpil merupakan makanan berbahan dasar beras. Mirip seperti ketupat. Bedanya, sumpil dibungkus dengan daun bambu dan berbentuk limas segitiga. 

Sumpil umumnya dimakan dengan dicampur sambal kelapa.

Makanan ini jadi bagian tradisi weh-wehan atau saling mengirim makanan yang dilakukan masyarakat Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Khususnya saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Ampyang Maulid, Simbol Introspeksi Diri di Perayaan Maulid Nabi

Menurut Traveling Chef Wira Hardiyansyah, sumpil sebenarnya diadopsi dari kepercayaan sebelum Islam datang ke Pulau Jawa.

“Bentuknya yang segitiga itu konsep yang mirip dengan Islam. Konsep Tuhan dan alam sekitar," jelas Wira ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (28/10/2020).

"Kemudian diadopsi menjadi Habluminannas (hubungan sesama manusia) dan Habluminallah (hubungan manusia dengan Tuhan,”lanjutnya,

Dikutip dari artikel Kompas.com, Sabtu (4/2/2012), garis segitiga pada sumpil yang mengarah ke atas menandakan hubungan Habluminallah.

Sementara garis ke bawah pada sumpil menandakan hubungan sesama umat atau Habluminannas.

Baca juga: 6 Makanan Khas Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Indonesia

Tradisi ini dipercaya masyarakat sudah ada sejak zaman dahulu. Tepatnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga.

Selain weh-wehan, ada tradisi lain disetiap Maulid Nabi Muhammad yang dilakukan masyarakat Kaliwungu yaitu tradisi teng-tengan.

Teng-tengan ini, sejenis lampion tapi bentuknya prisma yag dipasang di depan rumah. Meskipun masih ada yang memasang teng-tengan di depan rumah. 

Namun tradisi ini sudah mulai jarang dilakukan. Masyarakat juga semakin sedikit yang membuat sumpil dan memilih menggunakan makanan modern untuk tradisi weh-wehan. 

Baca juga: Mengenal Tradisi Muludan Endog-endogan, Rayakan Maulid Nabi di Banyuwangi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X