Mengenal Tradisi Muludan Endog-endogan, Rayakan Maulid Nabi di Banyuwangi

Kompas.com - 29/10/2020, 09:38 WIB
Warga Banyuwangi mengikuti selamatan di Festival Endog-endogan Banyuwangi KOMPAS.COM/Ira RachmawatiWarga Banyuwangi mengikuti selamatan di Festival Endog-endogan Banyuwangi


KOMPAS.com – Masyarakat Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki tradisi khusus untuk menyambut perayaan Maulid Nabi. Tradisi tersebut bernama Muludan Endog-endogan.

Seperti dilansir dari artikel Kompas.com, sejarawan lokal Banyuwangi Suhailik mengatakan bahwa tradisi endog-endogan ini telah ada sejak akhir abad ke-18.

“Endog-endogan ini masuk setelah Islam masuk ke wilayah Kerajaan Blambangan. Kenapa harus telur? Karena telur merupakan simbol dari sebuah kelahiran,” kata Suhailik kepada Kompas.com, Rabu (15/1/2014). 

Baca juga: Filosofi Nasi Suci Ulam Sari, Makanan Khas Maulid Nabi Muhammad di Pacitan

Telur jadi simbol kelahiran Nabi Muhammad SAW. Uniknya, kembang menjadi simbol pemujaan pada zaman jahiliyah.

Dilaksanakan sebulan penuh

Tradisi ini tak hanya dilaksanakan serentak sekali saja pada tanggal 12 Rabiul Awal. Namun menurut Suhailik, tradisi ini biasanya dilaksanakan bertahap selama satu bulan penuh.

Pawai Endog-endogan di wilayah Kelurahan Lateng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (15/1/2014).KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Pawai Endog-endogan di wilayah Kelurahan Lateng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (15/1/2014).

Pasalnya tradisi endog-endogan memang dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Terutama di wilayah-wilayah yang ditempati Suku Using, suku asli Banyuwangi.

“Hari ini bisa di kampung A, besok di kampung B. Pokoknya selama satu bulan penuh di Banyuwangi akan banyak pawai endog-endogan,” tutur dia.

Arak-arakan

Tradisi ini sesuai namanya melibatkan endog alias telur. Telur ayam biasa direbus hingga matang. Kemudian diletakkan pada tusukan bambu kecil.

Tusukan bambu tersebut kemudian dihias dengan kembang kertas yang disebut dengan kembang endog.

Baca juga: 6 Makanan Khas Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Indonesia

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X