Sejarah Selai Buah, Makanan Para Petualang dan Bajak Laut

Kompas.com - 27/09/2020, 10:29 WIB
Ilustrasi selai cabai atau chili jam Shutterstock/lgabrielaIlustrasi selai cabai atau chili jam

KOMPAS.com –Selai mengingatkan kita dengan menu sarapan. Selai sering menjadi pendamping makan roti, isian kue, sampai olesan martabak.

Selai yang kita kenal sekarang adalah campuran buah dan gula dengan konsistensi yang kental.

Proses membuat selai dimulai dengan menghancurkan buah yang matang untuk mengeluarkan sarinya.

Kemudian dilanjutkan dengan menambahkan gula dan memanaskan hingga mendidih. Selai kemudian ditempatkan ke dalam toples untuk disimpan.

Melansir Serious Eats, selai pada awalnya dikenal sebagai cara untuk mengawetkan buah.

Baca juga: Sejarah Kuliner Indonesia Jadi Populer di Belanda, gara-gara Koran?

 

Budaya mengawetkan buah ini lazim terjadi di negara barat. Buah-buahan dan sayuran setelah panen disimpan untuk digunakan sepanjang musim dingin.

Mentimun diubah menjadi acar dan tomat serta kacang-kacangan dikalengkan. Buah-buahan dicampur dengan gula untuk membuat selai.

Sejarah mengawetkan buah menjadi selai seperti ini berasal dari orang Yunani, yang menggunakan madu untuk mengawetkan buah quince.

Pada abad ke-16, gula tebu datang ke Eropa dan digunakan untuk mengawetkan buah. Lalu kapan ramuan selai pertama kali muncul?

Sejarah Selai

Melansir Spectator Life, resep pertama selai muncul di buku masak pertama yang berjudul "De Re Coquinaria" yang diterjemahkan berarti Seni Memasak, berasal dari abad ke satu Masehi.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X