Sejarah Kuliner Indonesia Jadi Populer di Belanda, gara-gara Koran?

Kompas.com - 22/09/2020, 21:29 WIB
Tugu Rijsttafel Betawi di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat. Sebanyak 10 dari 12 hidangan disuguhkan dalam tempat khusus yang dipikul oleh dua pramusaji sebelum diletakkan di dekat meja tamu pemesan rijsttafel. Dua menu lain, yaitu es selendang mayang dan nasi uduk, dibawa terpisah oleh pramusaji lain. KOMPAS/PRIYOMBODOTugu Rijsttafel Betawi di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat. Sebanyak 10 dari 12 hidangan disuguhkan dalam tempat khusus yang dipikul oleh dua pramusaji sebelum diletakkan di dekat meja tamu pemesan rijsttafel. Dua menu lain, yaitu es selendang mayang dan nasi uduk, dibawa terpisah oleh pramusaji lain.


KOMPAS.com – Belanda telah datang ke Nusantara pada abad ke-16 untuk mencari rempah. Beberapa abad kemudian, orang Belanda terpengaruh kebiasaan makan orang Indonesia.

Baca juga: Sejak Kapan Orang Belanda Suka Makan Nasi Goreng Khas Indonesia?

“Sebagian komunitas di Belanda secara rutin makan sajian khas East Indische (Indonesia masa kolonialisme) pada abad ke-19. Orang-orang Belanda tinggal di kota besar di East Indische,” kata Prima Nurahmi Mulyasari, MA, dari Indonesian Institute of Sciences (LIPI).

Hal itu ia ungkapkan kala menjadi pembicara dalam webinar "International Forum on Spice Route 2020 sesi Spice Route: A Southeast Asian Perspective", Selasa (22/9/2020).

“Di tahun 1930-an ada sekitar 12.000 orang Belanda yang lahir di Dutch East Indische. Setelah mereka kembali ke Belanda, mereka terus memasak dan makan sajian khas daerah koloni mereka,” sambung dia.

ilustrasi rempahPIXABAY/MONICORE ilustrasi rempah

Restoran Indonesia di Belanda

Sejarah keberadaan restoran Indonesia di Belanda telah cukup lama berlangsung. Salah satu restoran Indische pertama dibangun oleh Vereeniging Oost En West (East and West Association) di The Hague, Belanda.

Indische sendiri merupakan sebutan Indonesia pada masa kolonial Belanda.

Mereka mulai memperkenalkan sajian khas Dutch East Indies. Sajian tersebut merupakan makanan Indonesia masa kolonial, sekitar 1900-an.

Mereka menyajikan rijsttafel pada anggota klub dan pengunjung. Berangsur-angsur asosiasi tersebut berubah jadi restoran seutuhnya.

Dalam dua dekade selanjutnya, semakin banyak restoran Indische bermunculan. Salah satu penyebabnya, orang Belanda kelahiran Nusantara kembali ke Belanda.

Resep dan rempah Indonesia di media Belanda

Ilustrasi nasi goreng telur Indonesia. SHUTTERSTOCK/PRAMATA Ilustrasi nasi goreng telur Indonesia.

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X