Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warung Mi Badrun Legendaris di Bali, Menjual Mi Lontong Bumbu Kacang

Kompas.com - 26/09/2020, 16:28 WIB
Kontributor Banyuwangi, Imam Rosidin,
Yuharrani Aisyah

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Sudah lebih dari 25 tahun lamanya Ayuni (55) dan suaimnya, Badrun, berjualan mi lontong tahu di Denpasar, Bali.

Baca juga: 8 Warung Makan Ramah Muslim di Bali yang Terkenal di Kalangan Wisatawan

Warung yang selalu ramai pembeli ini beralamat di Jalan Turi No.21, Kesiman, Denpasar Timur. Makanan yang disajikan oleh warung Mie Lontong Tahu Badrun tergolong unik.

Bagaimana tidak? Menunya mi instan goreng maupun kuah dicampur dengan lontong tahu dan bumbu kacang khas Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kemudian, ditambahkan potongan tahu goreng, telur mata sapi, potongan cabai rawit, dan kerupuk rambak sebagai pelengkap.

Jadi cara membuatnya, mi instan direbus seperti biasa dan ditambahkan sawi. Setelah matang lalu dicampur semua bumbu-bumbu mi di dalam mangkuk.

Setelah itu, ditambahkan potongan lontong dan tahu. Terakhir, mi goreng atau mi kuah tersebut disiram dengan bumbu kacang dan potongan cabai rawit.

Mi Badrun, Mi Instan dengan Campuran Lontong, Tahu dan Bumbu Kacang Kompas.com/ Imam Rosidin Mi Badrun, Mi Instan dengan Campuran Lontong, Tahu dan Bumbu Kacang

Ayuni menceritakan bagaimana awalnya ia menemukan makanan kombinasi mi lontong dengan bumbu kacang ini.

Sekitar 1990-an, Ayuni bersama suaminya berjualan lontong tahu dengan bumbu kacang khas Lombok.

Mereka berjualan secara keliling di kawasan Jalan Ratna - Kenyeri - Puri Raharja - Markas Polda Bali, Denpasar.

Lalu sekitar 1995, ia memiliki seorang pelanggan anggota polisi yang bertugas di Polda Bali.

Saat itu, pelanggan tersebut memesan lontong tahu dan mi goreng. Bukannya dipisah, pelanggan itu meminta agar dua makanan yang berbeda tersebut dicampur.

Hampir tiap malam, polisi tersebut selalu memesan makanan yang sama.

Setelah beberapa waktu, rekan polisi tersebut tertarik dan ikut memesan menu yang sama. Rupanya mereka menyukainya dan dan Ayuni memiliki pelanggan baru yang menyukai masakannya.

"Ada polisi di Polda disuruh bawa satu porsi terus setiap hari. Jadinya kemudian ada yang ikut-ikut. Ya begini ini jadinya," ceritanya pada Kompas.com di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan, Jumat (25/9/2020) malam.

Karena banyak yang suka, Ayuni dan Badrun lantas memiliki ide untuk mencari tempat dan berjualan mi lontong tahu tersebut. Mereka lalu mencari tempat agar tak lagi berjualan keliling.

Singkat cerita, pada tahun 2003, mereka mulai berjualan di Jalan Turi.

Untuk memudahkan mencarinya, warungnya tepat berada di seberang Balai Banjar Cerancam, Kesiman, Denpasar.

Ayuni berjualan dengan gerobak tepat di pinggir jalan. Pelanggan yang makan di tempat, disediakan tempat lesehan di samping kiri dan kanan warung.

Untuk satu porsinya, ia mematok dengan harga Rp 10.000.

Mi Badrun, Mi Instan dengan Campuran Lontong, Tahu dan Bumbu Kacang Kompas.com/ Imam Rosidin Mi Badrun, Mi Instan dengan Campuran Lontong, Tahu dan Bumbu Kacang

Ayuni mengatakan warungnya sudah memiliki cukup banyak pelanggan. Adapun menu yang sering dipesan pelanggan yakni mi goreng tahu lontong.

Dalam semalam, jika sedang ramai bisa menghabiskan dua lebih dus mi instan. Dari hasil jualan tersebut, Ayuni mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus kuliah.

Namun saat pandemi Covid-19 seperti ini, Ayuni mengaku berpengaruh dengan hasil jualannya. Ia berharap pandemi ini segera selesai dan kehidupan kembali seperti semula.

Seorang warga yang bernama Noris (29) mengaku baru baru pertamakali datang ke warung Mie Lontong Tahu ini.

Ia mengaku penasaran untuk merasakan rasa campuran dari mje instan dengan tahu lontong. Setelah mencobanya, ia mengaku terkesan dengan rasanya.

"Enak ternyata. Mie rebus dicampur bumbu kacang. Meski dua jenis makanan berbeda dicampur ternyata hasilnya oke," katanya.

Ia datang ke warung tersebut setelah mendapatkan cerita dari kawannya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com