Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mencicipi Dimsum Halal di Islamic Centre Canteen Hong Kong Menjelang Salat Jumat

KOMPAS.com - Dimsum merupakan salah satu makanan wajib untuk disantap saat berkunjung ke Hong Kong.

Di Hong Kong juga ada dimsum bersertifikat halal yang mudah ditemui di pusat kota. Letaknya ada di Islamic Centre Canteen, tepatnya lantai 5 Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick, Wan Chai.

Saya menyambangi kantin ini bersama tim Hong Kong Tourism Board dan rekan-rekan media lainnya, pada Jumat (16/2/2022) sekitar pukul 12.00, menjelang ibadah salat Jumat.

Kantin ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim, non-Muslim juga bisa menikmati hidangan di sini.

Menuju lantai 5 dengan menaiki tangga, saya melewati dengan beberapa ruang. Ruang salat serta ruang wudu untuk pria dan wanita secara terpisah di lantai berbeda.


Pintu kantin terbuka lebar dan tumpukan bakul bambu berisi berbagai jenis dimsum di sisi kiri kantin menyambut saya. Ruang itu merupakan tempat untuk pemesanan dimsum dan ruang makan.

Tampak sudah banyak pengunjung yang menempati kursi dan meja makan di kantin ini. Benar saja, yang makan di kantin ini datang dari berbagai suku dan ras.

Seberang ruang makan adalah dapur. Pintu dapur terbuka sehingga pengunjung dapat melihat langsung proses memasaknya.

Menu yang saya coba hari itu cukup banyak.

Mulai dari Steamed Chicken & Vegetable Buns, Chicken Siu Mai, Steamed Shrimp Dumplings, dan Steamed Rice Roll with Chicken.

Lalu Seafood & Bean Curd Thick Soup, Crispy Deep Fried Chicken in Chinese style (ayam goreng garing), dan Stir-fried Gai Laan (tumis sayur kailan).

Harga dimsum di Islamic Centre Canteen berkisar antara 18 HKD atau sekitar Rp 36.000 sampai 28 HKD atau kira-kira Rp 56.000 untuk satu porsi menu.

Varian sup dibandrol antara 61 HKD atau sekitar Rp 122.000 sampai 66 HKD atau Rp 132.000.

Harga ayam goreng garing tersebut 116 HKD atau Rp 232.000-an untuk ukuran setengah porsi ayam dan 222 HKD atau Rp 444.000 untuk satu ayam utuh.

Semua menu di sini rasanya enak tetapi tidak terlalu terasa asin dan cenderung hambar. Jangan khawatir, tersedia kecap asin dengan cabai di sebuah wadah kecil sebagai cocolan.

Sertifikat halal kantin ini diperbarui setiap satu tahun sekali.

Pemandu wisata dari pihak Hong Kong Tourism Board Carolus Chui mengatakan bahwa restoran di Hong Kong tidak mudah mendapatkan mendapatkan sertifikat halal karena semua peralatan masak harus diperiksa dengan teliti.

"Pemiliknya, Tuan Ma sudah meninggal dua tahun lalu. Jadi sekarang diteruskan oleh anaknya," kata Carolus Chui, Jumat (17/2/2023).

Islamic Centre Canteen ini dahulu juga punya kebiasaan berbagi.

"Biasanya dahulu sebelum pandemi setiap Jumat mereka selalu bagi makanan gratis untuk dimakan di tempat. Satu porsi sudah lengkap nasi dan lauk," lanjut Carolus.

Namun, tradisi ini sementara waktu belum dijalankan kembali oleh anak Tuan Ma.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan penuturan Carolus Chui, jumlah warga beragama Islam yang memiliki KTP Hong Kong sekitar 100.000 orang. Jumlah ini memang kecil dibanding agama lain.

"Tetapi pemerintah Hong Kong tidak akan memandang kecil mengenai hal ini dan banyak fasilitas untuk umat Muslim," ucap Carolus Chui.

Selesai menyantap dimsum halal ini saya dan rekan-rekan media pun menuruni anak tangga untuk keluar dari gedung.

Ternyata ibadah salat Jumat tengah berlangsung lantai di bawah kantin.

Umat yang mengikuti salat berjamaah ini menyeruak hingga ke luar pintu. Semua tampak khusyuk berdoa meski ruangan tidak cukup menampung banyaknya umat.

Islamic Centre Canteen buka setiap hari. Jam buka untuk hari Senin sampai Jumat adalah pukul 11.00 sampai 21.00 waktu setempat dan hari Sabtu serta Minggu pukul 10.00 sampai 21.00 waktu setempat.


Foto: dim sum halal hong kong (6) & Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Hong Kong (1)


https://www.kompas.com/food/read/2023/02/25/120800875/mencicipi-dimsum-halal-di-islamic-centre-canteen-hong-kong-menjelang-salat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke