Dr. Iwan Syahril, Ph.D

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek

Hari Guru Nasional 2021: Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan

Kompas.com - 25/11/2021, 15:24 WIB
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril, pada malam penganugerahan di Jakarta, Rabu malam (24/11). DOK. DITJEN GTKDirektur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril, pada malam penganugerahan di Jakarta, Rabu malam (24/11).

KOMPAS.com - Dalam sebuah kunjungan kerja mendampingi Mas Menteri Nadiem di sebuah sekolah dasar di kota Sorong, Papua Barat, saya berkenalan dengan Ibu Siti dan Ibu Bertin, peserta program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan pertama.

Mereka sedang mempersiapkan materi pembelajaran siswanya dengan menggunakan teknologi formulir digital.

Kepala sekolahnya, Ibu Maryatin dengan bersemangat mengungkapkan kebanggaannya kepada kedua guru ini. Mas Menteri dan saya pun sangat terkesan dengan filosofi kedua guru ini yang sangat berorientasi kepada murid.

Yang lebih mengesankan lagi adalah kami menjumpai hal yang sama di guru-guru yang mengikuti PGP di Kalimantan Timur, Jambi, Nusa Tenggara Barat dan berbagai daerah lainnya di seluruh Indonesia.

Pendidikan Guru Penggerak adalah program penyiapan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia, yaitu pemimpin pembelajaran (instructional leadership) yang berpihak kepada murid, memiliki pola pikir berkembang (growth mindset), serta gemar belajar dan berbagi.

Berpihak kepada murid

Ada hal berbeda dari cara guru penggerak bertutur, berefleksi, dan menyampaikan gagasan atau pertanyaan. Rasa kasmaran pada pendidikan yang berpihak kepada murid sangat jelas terasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kejujuran dan keberanian mengakui kealpaan masa lalu yang tidak menempatkan murid sebagai fokus utama bukan hal yang biasa hadir dalam diskusi guru. Pengakuan mereka apa adanya namun terasa sangat dalam maknanya. Bahkan mereka merasa telah berdosa belasan tahun.

Mengakui hal tersebut di sebuah forum publik dengan menteri, kepala daerah, kepala dinas pendidikan, dan disaksikan kolega lainnya bukanlah hal yang mudah.

Baca juga: Hari Guru di Masa Pandemi: Pulihkan Pendidikan, Kembangkan Potensi Siswa

Lalu mereka pun sampaikan tekad, rasa greget, untuk menebus kesalahan menahun tersebut. Disertai tekad untuk mengajak dan menggerakkan rekan guru lainnya agar memiliki prinsip yang sama, menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya sebagai pendidik.

Ada nyala baru dalam jiwa mereka. Ada sebuah tujuan dan harapan baru. Memerdekakan murid dan rekan guru lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.