Selebritis Pengetahuan dan Matinya Kepakaran

Kompas.com - 31/07/2021, 13:19 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Alam pikiran kita setiap hari selalu dibuat gemuruh, bertentangan satu sama lain, bingung dan galau tak berkesudahan. Banjir informasi membuat yang tak menggunakan akal sehat terseret pada jalan kesesatan.

Ini era keberlimpahan informasi pun keberlimpahan komunikasi. Begitu menurut Jhon keane, menjadi penyebab kemerosotan demokrasi dan kerapuhan sosial.

Bilapun disebut keberlimpahan, yang menerimanya karena terkadang tidak fokus atau terbatas, hanya mendapat serpihan. Publik harus dipandu agar mampu merakit, mengumpulkan puzzle informasi dan menyusunnya menjadi pengetahuan yang benar.

Sebuah revolusi budaya literasi yang mendesak untuk dilakukan.

Saat ini, pikiran kerap terombangambing oleh gugatan gagasan lainnya, rapuh mudah dipatahkan. Dalam kondisi seperti ini, muncul para idola baru, selebiritis pengetahuan. Bukan peneliti, profesional, dosen, ahli yang serius menekuni ilmu pengetahuan berpuluh tahun.

Mereka yang kerap berada di angkernya menara gading universitas dan berdiskusi dengan mahasiswa secara terbatas.

Selebiritis pengetahuan terkadang jika sepintas sangat terlihat pintar padahal berotak paspasan. Berbicara dengan lancar dan meyakinkan walau penalarannya lemah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bekerja sama dengan pengejar jumlah penonton, hasrat viralisasi dan tentu saja rupiah yang jadi buruan.

Boleh jadi mereka tak paham itu penelitian dan bagaimana ilmu pengetahuan dikembangkan. Ibarat pengiklan produk, mereka adalah peng-endors, bukan produsen, apalagi yang berada di laboratorium, yang berjibaku setiap saat menghasilkan inovasi produk.

Hadirnya menjadi penegas matinya kepakaran dan lahirnya era pascakebenaran.

Baca juga: Guru Besar Unpad: Media Sosial Hancurkan Nilai Kemanusiaan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.