Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pakar Unair Bagikan Tips Manajemen Finansial bagi Generasi Sandwich

Kompas.com - 05/05/2024, 13:02 WIB
Mahar Prastiwi

Penulis

KOMPAS.com - Fakta di lapangan banyak generasi usia produktif yang memiliki kewajiban dan tanggungan membiayai hidup tiga generasi, yakni orang tua, diri sendiri, dan anaknya.

Fenomena ini biasa disebut dengan generasi sandwich. Pakar Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Noven Suprayogi mengungkapkan, akar dari fenomena tersebut adalah kurangnya manajemen finansial yang baik selama masa produktif.

Artinya, sebagian besar mereka tidak mempersiapkan dengan matang perencanaan ekonomi pada masa mendatang.

Baca juga: Pakar Unair Ungkap Pengaruh Media Sosial bagi Kesehatan Mental Gen Z

Generasi sandwich jadi permasalahan kompleks

Noven menilai fenomena generasi sandwich itu merupakan permasalahan yang kompleks. Bukan hanya dari sisi ekonomi, namun juga sisi sosial budaya.

Ditambah, di Indonesia menjunjung erat kekeluargaan dan adat ketimuran yang mana seorang anak memiliki kewajiban membiayai orangtua.

Selain itu, penyebab banyaknya generasi sandwich karena masyarakat Indonesia terjebak dalam middle income trap.

Middle income trap adalah suatu kondisi ekonomi yang menyebabkan suatu masyarakat tidak dapat meningkatkan tingkatan ekonomi atas.

Singkatnya, masyarakat middle income trap yang berpenghasilan menengah. Mereka tidak tergolong kategori kaya dan juga tidak tergolong kategori miskin.

"Biasanya yang menjadi persoalan, apabila masyarakat middle income trap mengalami kesulitan akan berisiko untuk jatuh roda perekonomiannya," terang Noven seperti dikutip dari laman Unair, Minggu 5/5/2024).

Noven menekankan, fenomena itu menjadi tugas bersama untuk mengupayakan masyarakat middle income trap untuk naik pada tingkatan high income. Dengan itu, setidaknya dapat mengurangi permasalahan ekonomi pada masyarakat.

Baca juga: Simak 5 Tips Anti Gagal UTBK SNBT 2024 dari Unair

Tips manajemen finansial bagi generasi sandwich

Noven mengimbau para anak muda yang dalam usia produktif serta telah memiliki penghasilan untuk melek akan manajemen finansial.

Dengan manajemen finansial yang tepat dapat memutus tali generasi sandwich untuk generasi-generasi selanjutnya.

Noven memberi contoh, hidup manusia itu seperti parabola. Pada saat usia produktif mungkin merasa masih kuat dalam mendapat penghasilan secara optimal. Namun, seiring berjalannya waktu tidak akan sekuat saat usia produktif.

"Alhasil, penghasilan yang didapat tidak sestabil saat produktif serta ditambah biaya hidup semakin tinggi," imbuhnya.

Ia menyebutkan, dua faktor penting dalam manajemen finansial. Yakni, perencanaan dan pengalokasian keuangan yang matang.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com