Kompas.com - 29/06/2021, 21:45 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyebut perlunya kerjasama dengan perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif.

Karena, pariwisata dan ekonomi kreatif perlu SDM berkualitas.

Baca juga: Umur 37 Tahun, Anuraga Jayanegara Raih Gelar Profesor di IPB

Jikalau itu terjadi, dia meyakini ekonomi kreatif tumbuh di tahun 2021.

"Masa pandemi saatnya investasi SDM ekonomi kreatif. Lebih dari 19 juta penduduk Indonesia bergantung di sektor ekonomi kreatif. Untuk itu, berkolaborasi semakin baik dengan perguruan tinggi mengembangkan tiga pilar, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," ucap dia melansir laman IPB, Selasa (29/6/2021).

Dia mengaku, para pelaku ekonomi kreatif baru, para entrepreneur di kalangan perguruan tinggi diharapkan bisa bergabung di program Baparekraf Digital Entrepreneurship.

Yakni, pelaku usaha kreatif yang mentransformasikan usahanya ke dalam teknologi digital.

Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB, Drajat Martianto menyampaikan, pandemi Covid-19 memang membawa dampak luar biasa di berbagai bidang, termasuk ekonomi.

"Sebagai insan perguruan tinggi dan terlatih dengan jiwa pembelajar, kita harus bisa mengambil hikmah dari hal-hal yang menimbulkan tekanan. Ada peluang terbuka dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui ekonomi kreatif," ujar Drajat.

Menurut Drajat, ada banyak sektor yang membutuhkan kreativitas tinggi.

Bahkan, Dewan Guru Besar IPB berupaya mengumpulkan pendapat, mencerna, menganalisis, mencari gagasan baru terkait sumber-sumber ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan membuka peluang baru.

Baca juga: UNY Terus Tingkatkan Kinerja di Level Nasional dan Internasional

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Prof. Erliza Hambali mengatakan, untuk membangun bisnis yang berkelanjutan, tentu harus ada produk yang berkualitas dan memiliki konten menarik.

Kemudian, bilang Erliza, ada "people" yang mengelola usaha tersebut.

Bahkan, sebut dia, setiap tahapan memiliki tantangan yang saling berhubungan. Hal ini harus dipikirkan secara terus menerus.

Perkembangan internet of things akan mempermudah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, mempermudah distribusi, mempercepat transaksi jual beli.

"Maka dari itu, informasi dan teknologi ini harus diimplementasikan,” ujar inovator IPB University yang telah berhasil mengkomersialisasikan berbagai produk inovasi ini," ujarnya.

Menurut Erliza, Indonesia memiliki hasil pertanian yang beragam dan bisa dimanfaatkan untuk produk pangan, pakan, energi kesehatan, obat-obatan, kosmetik dan produk industri lainnya.

Dia mencontohkan beberapa inovasinya yang berhasil dikomersialisasikan. Contohnya adalah lhimunomax, produk herbal untuk membantu mencegah Covid-19 dalam bentuk kapsul.

Inovasi baru ini berisi ekstrak sambiloto, meniran, jahe kunyit dan telah diambil oleh beberapa brand produk komersial.

Selain itu ada juga sabun transparan kolagen yang berkembang menjadi bodycare, haircare, skincare dan kosmetik lainnya.

Baca juga: ITB Terima 1.634 Mahasiswa Baru dari Jalur Seleksi Mandiri

"Dari contoh-contoh tersebut, kita bisa melihat Indonesia itu luas dengan aspek pertaniannya yang bermacam-macam. Indonesia itu hebat atas potensi produknya maka tetaplah mengasah kreativitas," tukas dia.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.