Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mendikbud: Sistem Zonasi di PPDB Harus Dipertahankan

Kompas.com - 04/05/2024, 09:30 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 harus tetap dipertahankan.

Sebab, menurut Nadiem, sistem zonasi telah memberikan keadilan pada masyarakat utamanya keluarga dengan ekonomi lemah.

"Meskipun program zonasi tidak sempurna, namun harus dipertahankan sebagai bentuk asas moralitas dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Nadiem dikutip dari laman resmi Kemendikud, Sabtu (4/5/2024).

Nadiem menjelaskan, sistem penerimaan menggunakan nilai Ujian Nasional (UN) membuat warga dengan kemampuan dengan ekonomi tinggi yang bisa berhasil masuk sekolah negeri dan gratis biaya pendidikan.

Baca juga: Aturan Jarak Rumah ke Sekolah di Jalur Zonasi PPDB 2024

Sistem zonasi perlu banyak perbaikan

Sementara siswa dengan ekonomi lemah yang tidak bisa mengakses bimbingan belajar untuk berhasil mendapatkan nilai UN tinggi dan terpaksa harus sekolah di swasta dengan biaya pendidikan yang mahal.

"Karena keluarga dengan tingkat ekonomi tinggi cenderung memiliki akses lebih besar untuk bimbingan belajar dan memberikan dukungan tambahan kepada anak-anak mereka. Sehingga dapat mempengaruhi hasil ujian nasional yang tinggi," ujarnya.

Nadiem memahami, pelaksanaan sistem zonasi masih perlu banyak melakukan perbaikan, namun tetap layak untuk dipertahankan.

Baca juga: Cek Jumlah Kuota Semua Jalur SD, SMP, SMA/SMK di PPDB 2024

Meski ada tantangan, seperti masalah integritas data dan penyelewengan. Nadiem menegaskan pemerintah akan tetap mempertahankan sistem zonasi.

"Pemerintah akan terus berupaya untuk memastikan program ini berjalan dengan baik dan mengedepankan kepentingan seluruh masyarakat," jelas Nadiem.

Adapun aturan terkait jalur pendaftaran PPDB tercantum dalam Permendikbud No.1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta didik Baru (PPDB) pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Jalur zonasi adalah jalur pendaftaran PPDB yang diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Dalam menetapkan wilayah zonasi, Pemda akan memperhatikan 3 aspek, yaitu sebaran sekolah, sebaran domisili calon peserta didik, dan kapasitas daya tampung sekolah.

Baca juga: Bolehkah Anak Usia di Bawah 7 Tahun Daftar PPDB SD 2024?

Adapun bagi sekolah yang berada di daerah perbatasan provinsi dan kabupaten/kota, penerapan zonasi setiap jenjang daat dilakukan berdasarkan kerjasama antar-pemda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com