Kompas.com - 29/04/2021, 17:46 WIB
Kerjasama IDeA Indonesia dengan Archipelago International dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. DOK. KOMPAS.com/DIAN IHSANKerjasama IDeA Indonesia dengan Archipelago International dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

 

KOMPAS.com - Perusahaan di bidang akademik dan operator hospitality terintegrasi, yakni IDeA Indonesia Akademi (IDeA Indonesia) menjalankan kerjasama dengan Archipelago International.

Kerjasama ini dilakukan dalam rangka mengembangkan hybrid learning dan distance internship, untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) perhotelan yang tepat guna, siap kerja, dan memahami realita dunia kerja berbasis digital.

Baca juga: Nadiem Makarim Ingin Bermitra dengan BRIN

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto menyambut baik inisiatif kerjasama antara IDea Indonesia dengan Archipelago International.

Itu, kata dia, merupakan sebagai bentuk semangat penyelarasan dan kemitraan antara lembaga pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

"Itu akan menciptakan SDM unggulan berbasis digital, agar dapat bersaing di level global, khususnya di bidang perhotelan," ucap Wikan secara daring, Kamis (29/4/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wikan mengaku, pendidikan vokasi diakui dapat menciptakan keunggulan kompetensi teknis atau hard skill, soft skill maupun karakter.

"Tidak terkecuali, lulusan vokasi pariwisata dan perhotelan akan makin banyak dicari karena diyakini memiliki kecakapan yang sesuai dengan kebutuhan industri," jelas dia.

Lanjut dia menyatakan, lembaga vokasi dengan DUDI juga harus menjalankan link and match, agar bisa mewujudkan tenaga kerja yang ahli dalam menjawab kebutuhan pasar kerja global yang semakin kompetitif.

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek, Wartanto menyatakan, dirinya akan terus mendorong terwujudnya pendidikan vokasi berstandar industri dengan ketersediaan teaching factory.

"Dengan teaching factory, lembaga pendidikan vokasi otomatis dapat mengembangkan kurikulum dan strategi pembelajaran mengikuti perkembangan industri saat ini dan nanti," kata dia.

Baca juga: Nadiem Makarim: Terima Kasih Franka yang Setia Mendukung

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X