Kompas.com - 16/03/2021, 16:30 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup seorang diri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan bantuan orang lain.

Selain itu, sebagai makhluk sosial manusia juga berhubungan secara timbal-balik dengan manusia lain.

Salah satu hal yang bisa dilakukan manusia untuk membantu sesamanya adalah membiasakan diri berbagi dengan orang lain.

Kebiasaan baik ini bisa diajarkan kepada anak sejak dini. Agar anak bisa tumbuh menjadi seseorang dengan kepribadian yang senang berbagi.

Baca juga: Belajar dari Orangtua Jepang Cara Menanamkan Disiplin pada Anak

Merangkum akun Instagram Kemdikbud.ri, mengajarkan anak untuk berbagi penting dilakukan para orangtua. Jika orangtua membiasakan anak mau berbagi dengan orang lain sejak dini, diharapkan anak-anak tidak tumbuh menjadi karakter yang egois atau mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mengajarkan anak agar mau berbagi dengan orang lain.

1. Ajarkan mereka untuk memberi apa yang mereka punya

Pasti anak-anak memiliki berbagai mainan dan juga pakaian yang sudah tak muat lagi dipakai. Daripada barang-barang yang tidak terpakai dibuang begitu saja, alangkah baiknya jika barang-barang tersebut didonasikan kepada pihak-pihak  yang membutuhkan.

Baca juga: Kenalkan Konsep Ekonomi pada Anak dengan 5 Permainan Ini

2. Buat semuanya lebih nyata dilakukan

Mungkin saja mereka sudah memiliki jiwa dermawan yang besar. Hanya saja mereka masih punya benda-benda imajinasi yang ingin disumbangkan.

Tugas para orangtua menjelaskan kepada mereka bahwa mereka bisa berbagi dengan hal-hal yang nyata. Seperti mainan, makanan atau baju milik mereka yang sudah tidak terpakai lagi.

3. Jangan memaksa

Jangan memaksa mereka untuk cepat bisa dan mau berbagi dengan teman-temannya secara sukarela.

Sadarilah, hal ini cukup sulit dilakukan anak saat harus berpisah dengan mainan kesayangannya.

Baca juga: Agar Anak Kompeten, Najelaa: Beri Anak Umpan Balik, Bukan Nilai

4. Ulangi

Tidak semua anak bisa langsung mengerti saat diajarkan untuk berbagi dan beramal. Jangan menyerah untuk  mengajarkan anak agar mau berbagi.

5. Bantuan bukan hanya untuk yang tidak mampu

Ajarkan anak-anak agar tidak menganggap bahwa memberi itu harus kepada orang yang kurang mampu saja. Tapi kepada semua pihak yang sedang membutuhkan bantuan kita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X