Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Pembelajaran Berbasis Bermain dalam Pendidikan Usia Dini

Kompas.com - 07/05/2024, 14:15 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Sophia Indahsari Ives dan Dr Raja Oloan Tumanggor, S.Ag*

BERMAIN adalah komponen penting dalam pembelajaran. Pembelajaran berbasis bermain terutama bermain yang dipandu sangat menekankan hal ini.

Melalui keterlibatan aktif, eksplorasi, dan strategi pemecahan masalah, bermain membantu anak-anak mengembangkan imajinasi dan kemampuan pemecahan masalah mereka (University of New Hampshire, n.d.).

Suasana yang menyenangkan memungkinkan anak-anak terlibat secara otentik dengan materi dan membuat penemuan mereka sendiri.

Guru berperan sebagai pengamat, perencana, dan pembimbing, mendorong kesempatan belajar yang signifikan. Pendekatan ini disebut "pembelajaran berbasis permainan", diprakarsai oleh anak dan didukung oleh guru.

Pendekatan ini berbeda dengan metode pengajaran tradisional yang menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa melalui inkuiri langsung dan juga mempertimbangkan keingintahuan alamiah para siswa (Danniels & Pyle, 2018).

Lingkungan prasekolah maupun SD sering kali menerapkan pembelajaran berbasis permainan, yang mendorong perkembangan bahasa, hasil matematika, dan pertumbuhan sosial dan emosional.

Namun, tuntutan untuk memenuhi tolok ukur akademis dan akuntabilitas berbasis standar membuat siswa lebih fokus pada lembar kerja dan instruksi langsung.

Setiap guru memiliki ide berbeda tentang pembelajaran berbasis permainan. Beberapa guru menekankan pada permainan yang dipandu, sementara guru lain menekankan pada permainan bebas.

Pendekatan seimbang yang mencakup pengajaran langsung dalam waktu singkat dalam lingkungan pembelajaran berbasis permainan lebih efektif untuk anak-anak di bawah usia delapan tahun. Permainan yang dipandu dapat menghasilkan hasil akademis yang lebih luas (Caven, 2022).

Di sisi lain, bermain bebas dapat menumbuhkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah pada anak-anak.

Hal ini memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi minat mereka dan mengembangkan keterampilan sosial melalui kolaborasi dengan teman sebaya.

Penting bagi anak-anak untuk memiliki keseimbangan dari kedua jenis permainan tersebut untuk mengembangkan kemampuan kognitif mereka sepenuhnya.

Pembelajaran berbasis permainan penting dalam pendidikan usia dini karena beberapa alasan (Casa Bambino Montessori, 2023; Tekyi-Arhin, 2023).

Pertama, mendorong imajinasi dan kreativitas. Bermain memberi anak-anak kebebasan untuk mengeksplorasi imajinasi mereka secara bebas, baik menggunakan balok untuk membangun struktur atau memerankan skenario dalam pikiran mereka. Hal ini menumbuhkan rasa ingin tahu tentang dunia dan pemikiran kreatif.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com