Kompas.com - 14/03/2021, 18:26 WIB
Sesi diskusi Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid bersama tim Balai Konservasi Borobudur (BKB), di Magelang, Jawa Tengah (12/3/2021). DOK. KEMENDIKBUDSesi diskusi Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid bersama tim Balai Konservasi Borobudur (BKB), di Magelang, Jawa Tengah (12/3/2021).

KOMPAS.com - Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan program Kampus Merdeka dapat mendukung riset dan proyek konservasi Borobudur sebagai cagar budaya dunia.

Nadiem menjelaskan langkah ini dikembangkan dengan melakukan kolaborasi bersama perguruan tinggi yang memiliki mata kuliah jurusan konservasi ataupun sejenis.

Hal ini disampaikan Mendikbud menanggapi Koordinator Aspek Pengembangan Balai Konservasi Borobudur (BKB), Ari Swastikawati yang menyampaikan di Indonesia belum ada mata kuliah jurusan Pelestarian Cagar Budaya, sehingga menyulitkan pengembangan dan pelindungan cagar budaya, termasuk Borobudur.

Mendikbud Nadiem bahkan menambahkan definisi konservasi semestinya diperluas tidak hanya konservasi fisik seperti bebatuan, namun juga konservasi budaya secara menyeluruh.

Nadiem menyatakan, tidak hanya itu, Kemendikbud juga akan melakukan revitalisasi tata kelola Kawasan Candi Borobudur menjadi kawasan cagar budaya berkelas dunia.

Hal ini diutarakan dalam sesi diskusi Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid bersama tim Balai Konservasi Borobudur (BKB), di Magelang, Jawa Tengah (12/3/2021).

Baca juga: Luhut Bareng Sandiaga dan Nadiem Tinjau Proyek Besar Jokowi di Borobudur

Borobudur, cagar budaya kelas dunia

Mendikbud Nadiem dalam diskusi memberikan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan dalam pelindungan candi Borobudur yang berstatus warisan dunia dari UNESCO.

Semangat tersebut, kata Mendikbud masih harus terus ditingkatkan agar Candi Borobudur betul-betul menjadi cagar budaya kelas dunia.

Sejalan dengan pernyataan itu, Mendikbud Nadiem mengungkapkan bahwa untuk mendorong hal tersebut, Kemendikbud akan segera melakukan revitalisasi tata kelola pelindungan, pengembagan serta pemanfaatan Kawasan Candi Borobudur dalam satu manajemen.

Dijelaskan Mendikbud, misi yang akan dicapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan salah satunya adalah perlu mengembangkan dan menguatkan narasi hebat Candi Borobudur sesuai dengan Outstanding Universal Value (OUV) dan budaya yang melingkupinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X