Kompas.com - 14/03/2021, 14:10 WIB
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comIlustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN)

KOMPAS.com - Menjelang seleksi seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), muncul informasi yang viral terkait adanya calo yang menawarkan lolos PPPK dengan sejumlah uang tunai.

Ini bukan hal yang baru di setiap seleksi ASN. Hampir setiap pembukaan seleksi, ada saja oknum yang menjanjikan lolos ASN tanpa tes. Tak main-main, biaya yang diminta bisa sampai ratusan juta per orang.

Jumlah korban calo pun cukup banyak karena hampir di setiap wilayah di Indonesia ada saja tawaran calo lolos ASN. Modusnya, juga cukup beragam.

Biasanya, calo mengaku dekat dengan orang dalam instansi pemerintah. Bahkan ada yang mengaku masih saudara dekat beberapa pejabat penting. Tentu saja dengan promosi semacam ini, bagi yang ingin lolos tanpa susah payah hal ini cukup menarik perhatian. 

Meski, seringkali kasus ini berujung penipuan dimana uang ratusan juta yang telah diserahkan ke calo raib namun masih saja banyak orang yang tergiur dengan tawaran jalur cepat ini.

Baca juga: Kemendikbud Minta Sekolah Jangan Asal Ganti Rekening Dana BOS

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan bahwa praktik tersebut melanggar hukum dan bukan merupakan tindakan terpuji di tengah upaya pemerintah melaksanakan tata kelola seleksi dengan jujur dan transparan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya merasa prihatin dengan peredaran informasi calo dan uang pelicin yang meresahkan guru honorer ini. Saya mewakili Kemendikbud mengimbau khususnya kepada para guru calon peserta seleksi PPPK agar tidak terbujuk modus-modus penipuan semacam ini yang justru akan merugikan calon peserta sendiri," ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril dilansir dari laman resmi kemdikbud.go.id

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim sebelumnya juga telah menegaskan jika seleksi ASN PPPK tetap harus melalui proses seleksi berdasarkan amanah undang-undang dan demi menjaga kualitas guru.

Baca juga: Kemendikbud Berikan Bonus Khusus bagi Guru Honorer di Atas 40 Tahun

Akan tetapi bagi para guru honorer yang belum dinyatakan lulus seleksi tahun ini, diminta untuk tidak berkecil hati karena para guru diberikan kesempatan hingga tiga kali mengikuti tes PPPK.

Bahkan, Mendikbud mengatakan ada afirmasi, berupa bonus nilai kepada guru yang berusia 40 tahun ke atas dan juga guru penyandang disabilitas. Tentunya, dengan hal ini tidak ada lagi calon peserta ASN PPPK tertarik menggunakan calo. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X