Dirjen GTK: Melek Teknologi adalah Hikmah Covid-19

Kompas.com - 30/05/2020, 12:17 WIB
Kepala sekolah SMP dan SMA SWA saat berkomunikasi via teleconference kepada para siswa. DOK. SWAKepala sekolah SMP dan SMA SWA saat berkomunikasi via teleconference kepada para siswa.
|

KOMPAS.com - Tanpa disadari, pandemi Covid-19 ini membawa dampak tersendiri. Yakni masyarakat mulai melek terhadap teknologi.

Secara khusus pada siswa juga orang tua, pembelajaran tatap muka kini diganti dengan pembelajaran daring atau online. Tentu pembelajaran ini mengharuskan siswa dan orang tua dekat dengan teknologi.

Pada Webinar yang diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (P4TK TK PLB), Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Iwan Syahril mengapresiasi semangat peserta webinar.

Baca juga: Akademisi UB: Profesi Guru Tak Bisa Diganti Teknologi di Masa Covid-19

Menurunkan kecemasan gunakan teknologi

Bagi Iwan, webinar semacam ini merupakan hikmah dari Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yakni dengan semakin menurunnya kecemasan menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

"Saya sangat mengapresiasi semangat terus belajar di masa pandemi ini. Ini merupakan contoh dan teladan baik yang menurut saya perlu lebih dibiasakan karena new normal nanti ke depannya," ujar Iwans seperti dikutip dari laman Ditjen GTK Kemendikbud, Jumat (29/5/2020).

Menurut dia, hikmah dari Covid-19 adalah semakin menurun kecemasan menggunakan teknologi dan masyarakat semakin terbiasa melek teknologi.

"Mudah-mudahan ini bisa membawa harapan baru, terobosan baru bahwa belajar itu bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan dengan cara yang lebih mudah," katanya lagi.

Dikatakan, webinar bisa mengumpulkan banyak orang dari Sabang sampai Merauke dengan cara yang mudah dan sederhana.

Tak hanya itu saja, cara ini sangat efektif dan efisien. tapi tetap tidak mengurangi kebermaknaan belajar atau bersilaturahmi.

Guru, profesi mulia

Iwan sendiri memandang profesi guru sebagai hal yang mulia. Ia juga ingin bahwa guru perlu untuk terus menerus belajar agar tetap sesuai dengan tantangan zaman.

"Kalau saya ditanya oleh anak saya atau keluarga yang lain, bapak atau ayah kerjanya apa? Saya selalu menjawab saya seorang guru," ujarnya.

Ini karena memang dari awal dia berkarier dan memilih untuk jadi guru, kemudian memiliki peran yang macam-macam.

Baca juga: Kemdikbud: Guru Diimbau Tak Bebani Anak PAUD dan Orangtua dengan Tugas

"Itu merupakan bagian dari perjalanan saya untuk belajar bagaimana memahami profesi guru, bagaimana menjadi seorang guru yang baik, yang memang ternyata sangat tidak mudah, sangat kompleks, dan perlu untuk terus menerus belajar," tutur Iwan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X